LOGOTERAPI

LOGOTERAPI VIKTOR FRANKL spongebob therapist

Ferbriani Sura

Aam Syuhada

Jeffry Purwanto

I Putu Yudha

         A. VIKTOR FRANKL

Pencetus logoterapi adalah Viktor Frankl, istilah logoterapi itu sendiri berasak dari dua kata, yakni logos dan terapi (therapy) , yakni suatu terapi yang berani menembus dimensi spiritual dari keberadaan manusia. Ketika Perang Dunia ke II pecah tahun1942, Frankl bersama istri dan orangtuanya termasuk salah satu dari ribuan warga Yahudi yang ditahan oleh tentara Nazi, dan dimasukan ke dalam kamp konsentrasi.

        B. Awal Munculnya Gangguan

Di dalam Kamp-konsentrasi itulah Frankl menyaksikan para tahanan disiksa, di teror, dan di bunuh secara kejam. Ia sendiri mengalami penderitaan yang luar biasa. Walaupun demikian, di dalam keterbatasannya sebagai manusia, Frankl berusaha turut meringankan penderitaan sesama tahanan, baik secara medis maupun secara psikologis. Frankl membesarkan hati mereka yang putus asa dan membantu menunjukkan hikmat dan arti hidup, walaupun mereka dalam keadaan menderita. Di dalam pengamatan Frankl melihat bahwa dalam keadaan yang mencekam dan sarat dengan penderitaan, ada sebagian tahanan yang tepat menunjukkan sikap tabah, bertahan, dan bahkan berusaha membantu sesama tahanan. Namun, di lain pihak, sebagian besar tahanan mengalami putus asa, apatis dan kehilangan semangat hidup; tidak jarang mereka melakukan bunuh diri guna membebaskan diri dari penderitaan.

       C. Prinsip dan Konsep Dasar

Pandangan Frankl tentang kesehatan psikologis menekankan pentingnya kemauan akan arti. Tentu saja ini merupakan kerangka, di dalamnya segala sesuatu yang lain diatur. Frankl berpendapat bahwa manusia harus dapat menemukan makna hidupnya sendiri dan kemudian setelah menemukan mencoba untuk memenuhinya. Bagi Frankl setiap kehidupan mempunyai makna, dan kehidupan itu adalah suatu tugas yang harus dijalani. Mencari makna dalam hidup inilah prinsip utama teori Frankl yang dinamakan Logoterapi. Logoterapi memiliki tiga konsep dasar, yakni kebebasan berkeinginan, keinginan akan makna, dan makna hidup. Kata “logo” berasal dari bahasa Yunani “logos” yang berarti makna atau meaning dan juga “rohani”. Adapun kata “terapi” berasal dari bahasa Inggris therapy yang artinya penggunaan teknik-teknik menyembuhkan dan mengurangi suatu penyakit. Jadi, kata logoterapi artinya penggunaan teknik untuk menyembuhkan dan mengurangi atau meringankan suatu penyakit melalui penemuan makna hidup.

          D. TUJUAN LOGOTERAPI

Tujuan logoterapi menyangkut beberapa hal. Terapis pertama-tama harus memperlebar dan meperluas medan visual dari pasien sehingga seluruh spectrum makna dan nilai-nilai disadari dan kelihatan olehnya. Dengan demikian, usaha pasien untuk berpusat pada dirinya sendiri dipecahkan karena ia dikonfrontasikan dengan dan diarahkan kepada makna hidupnya. Pemenuhan diri sendiri hanya bisa tercapai sejauh manusia telah memenuhi makna konkret dari eberadaan pribadinya LANGKAH-LANGKAH DALAM PROSES TERAPI Terdapat 4 langkah dalam proses logoterapi antara lain :

1. Menghadapi situasi itu

2. Kesadaran akan simtom

3. Mencari penyebab

4. Menemukan hubungan antara penybab dan simtom

1. Menghadapi Situasi Itu.

Diagnosis yang tepat merupakan langkah pertama dalam terapi dan merupakan sesuatu yang penting. Seluruh gangguan fisik pasien merupakan faktor-faktor fisik, psikologis, dan spiritual. Tidak ada neurosis somatogenik, psikogenik, noogenik saja.. tujuan diagnosis adalah menentukan sifat dari setiap faktor dan mengindentifikasi faktor manakah yang dominan. Apabila faktor fisik yang dominan, maka kondisi itu disebut psikosis,dan apabila faktor psikologis yang dominan maka kondisi tersebut adalah neurosis. Sebaliknya, apabila faktor spiritual yang dominan maka kondisi tersebut adalah neurosis noogenik.

2. Kesadaran akan Simtom.

Dalam menangani reaksi-reaksi neurosis psikogenik, logoterapi diarahkan bukan pada simtom-simtom dan bukan juga pada penyebab psikis, melainkan sikap pasien terhadap simtom-simtom tersebut. Dalam mengubah sikap pasien terhadap simtom-simtom itu, logoterapi benar-benar merupakan suatu terapi yang personalistik.

3. Mencari Penyebab

Logoterapi adalah suatu terapi khusus bagi frustasi eksistensial (kehampaan eksistensial) atau frustasi terhadap keinginan akan makna. Kondisi-kondisi ini jika menghasilkan simtom-simtom neurotic, maka disebut neurosis noogenik. Logoterapi berurusan dengan penyadaran manusia terhadap tanggung jawabnya karena tanggung jawab merupakan dasar yang hakiki bagi keberadaan manusia. Tanggung jawab berarti kewajiban, dan kewajiban tersebut hanya dapat dipahami dalam kaitanya dengan makna, yakni makna hidup manusia. Jadi, logoterapi berkenaan dengan mana dalam berbagai aspek dan bidang-bidangnya. Makna keberadaan itu dapat berupa makna hidup dan mati.

4. Menemukan Hubungan antara Penyebab dan Simtom

Neurosis kecemasan dan keadaan fobia ditandai oleh kecemasan antisipatori yang menimbulkan kondisi yang ditakuti pasien. Terjadinya kondisi tersebut kemudian memperkuat kecemasan antisipatori yang mengakibatkan lingkaran setan sehingga pasien menghindar atau menarik diri dari situasi-situasi tersebut, dimana ia merasakan bahwa kecemasanya akan terjadi.

Dalam kasus-kasus yang menyangkut kecemasan antisipatori, teknik logoterapi yang disebut intense paradoksikal (paradoxical intention) sangat berguna.

           F. TEKNIK LOGOTERAPI

Dijelaskan dalam Semiun (2006) teknik-teknik logoterapi terdiri atas intensi paradoksikal, Derefleksi dan Bimbingan Rohani.

1). Intensi Paradoksikal

Teknik intensi paradoksikal adalah teknik dimana klien diajak melakukan sesuatu yang paradoks dengan sikap klien terhadap situasi yang dialami. Jadi klien diajak mendekati dan mengejek sesuatu (gejala) dan bukan menghindarinya atau melawannya. Teknik ini pada dasarnya bertujuan lebih daripada perubahan pola-pola tingkah laku. Lebih baik dikatakan suatu reorientasi eksistensial. Menurut logoterapi disebut antagonisme psikonoetik yang mengacu pada kapasitas manusia untuk melepaskan atau memisahkan dirinya tidak hanya dari dunia, tetapi juga dari dirinya sendiri.

2). Derefleksi

Frankl (dalam Semiun, 2006) percaya, bahwa sebagian besar persoalan kejiwaan berasal dari perhatian yang terlalu fokus pada diri sendiri. Dengan mengalihkan perhatian dari diri sendiri dan mengarahkannya pada orang lain, persoalan-persoalan itu akan hilang dengan sendirinya. Dengan teknik tersebut, klien diberi kemungkinan untuk mengabaikan neurosisnya dan memusatkan perhatian pada sesuatu yang terlepas dari dirinya.

3). Bimbingan Rohani

Bimbingan rohani adalah metode yang khusus digunakan terhadap pada penanganan kasus dimana individu berada pada penderitaan yang tidak dapat terhindarkan, atau dalam suatu keadaan yang tidak dapat dirubahnya dan tidak mampu lagi berbuat selain menghadapinya. Pada metode ini, individu didorong untuk merealisasikan nilai bersikap dengan menunjukkan sikap positif terhadap penderitaanya, dalam rangka menemukan makna di balik penderitaan tersebut.

       G. Contoh Kasus

Dalam Puspasari dan Alfian (2012) YS adalah orang-orang yang pada awalnya memiliki bagian tubuh yang utuh yang tidak kekurangan sama sekali. Lalu YS mengalami kecelakaan sehingga beberapa bagian dari tubuhnya hilang atau diamputasi. Seketika mereka syok karena beberapa bagian dari tubuh YS tidak bekerja secara sempurna seperti biasa. YS depresi, trauma, marah, tidak dapat menerima keadaan sampai salah satu dari mereka ingin bunuh diri karena merasa dirinya sudah tidak berguna lagi. Subjek sangat marah hingga memutuskan berhenti berhubungan seksual dengan istri. Subjek menjadi lebih tertutup dari teman-temannya bahkan keluarganya. Subjek sangat merasa depresi dan shock hingga sangat membutuhkan banyak bantuan.Tidak hanya itu YS merasa kejadian yang ia alami adalah kesalahan dari Tuhan, dan menyalahkan Tuhan atas apa yang terjadi pada dirinya. Pembahasan Untuk menerapi YS langkah pertama yang Intensi Paradoksikal. Teknik intensi paradoksikal adalah teknik dimana YS diajak melakukan sesuatu yang paradoks dengan sikap klien terhadap situasi yang dialami. Jadi YS diajak mendekati dan mengejek sesuatu (gejala) dan bukan menghindarinya atau melawannya. Yang kedua Derefleksi Frankl percaya, bahwa sebagian besar persoalan kejiwaan berasal dari perhatian yang terlalu fokus pada diri sendiri. Oleh sebab itu YS tidak boleh berfokus pada kejadian yang dialaminya tetapi bukan berarti menghindari masalah tersebut. Misalnya mengalihkan perhatian dari diri sendiri dan mengarahkannya pada sesuatu yang disenangi oleh YS sendiri. Dan yang terakhir Bimbingan Rohani. Bimbingan rohani adalah metode yang khusus digunakan terhadap pada penanganan kasus dimana individu berada pada penderitaan yang tidak dapat terhindarkan, atau dalam suatu keadaan yang tidak dapat dirubahnya dan tidak mampu lagi berbuat selain menghadapinya. Pada metode ini, individu didorong untuk merealisasikan nilai bersikap dengan menunjukkan sikap positif terhadap penderitaanya, dalam rangka menemukan makna di balik penderitaan tersebut. YS harus berfikir kalo kecelakaan yang dialami adalah murni kecelakaan yang tidak bisa menyalahkan Tuhan sebagai penyebabnya. Tetapi seharusnya YS percaya kalo kecelakaan ini akan membuat YS lebih baik lagi dari pada sebelumnya. Dan percaya kalo Tuhan akan membantu setiap masalah yang dihadapi oleh YS sendiri. Frankl menyatakan bahwa makna hidup bersifat unik sebagai momen pribadi. Setiap situasi serta setiap kejadian selalu dapat menghadirkan suatu tantangan kepada individu untuk mengungkap dan menjadikan makna. Melalui peristiwa kecelakaan yang terjadi dan mengakibatkan cacat fisik permanen pada subjek terlihat bahwa makna hidup dapat ditemukan dalam setiap keadaan walaupun pada keadaan penderitaan sekalipun.

  • Semiun, Y. (2006). Kesehatan Mental 3. Ebook. Yogyakarta: Kanisius
  • Puspasari, D., & Alfian, I.N. (2012). Makna Hidup Penyandang Cacat Fisik Postnatal Karena Kecelakaan. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental , 1(03)
Iklan

PSIKOTERAPI ????

بسم الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

       Pertama tama saya ucapkan أهلاً  وسهلاً , welcome, dan selamat datang kepada pembaca di blog sederhana ini^^ , pada tulisan ini kita sama-sama akan sedikit membahas tentang seputar apa itu psikoterapi, lalu bertujuan untuk apa psikoterapi itu, dilanjutkan dengan seputar unsur-unsurnya, perbedaan diantara psikoterapi dan konseling, bentuk utama terapi, dan diakhiri dengan Psikoterapi dalam melakukan berbagai pendekatan, terhadap mental illness, lantas seperti apa pembahasanya? Tanpa eng,ing,eng lagi, lanjut scroll kebawah mouse anda, dan kita mulai pembahasanya, semoga bermanfaat^^.

PSIKOTERAPI ??????

spongebob therapist

A. Definsi psikoterapi.

Definisi psikoterapi (dalam Semiun, 2006) dijelaskan bahwa, psikoterapi adalah suatu interaksi sistematis antara pasien dan terapis yang menggunakan prinsip-prinsip psikologis untuk membantu menghasilkan perubahan dalam tingkah laku, pikiran, dan perasaan pasien supaya membantu pasen mengatasi tingkah laku abnormal dan memecahkan masalah – masalah dalam hidup atau berkembang sebagai seorang individu.

Selain itu (dalam Gunarsa & Singgih, 2003) menjelaskan teknik psikoterapi adalah perawatan yang secara umum mempergunakan intervensi psikis dengan pendekatan psikologis terhadap pasien yang megalami gangguan psikis atau hambatan kepribadian

B. Tujuan psikoterapi.

Tujuan psikoterapi adalah untuk memberikan dukungan kepada pasien dalam menanggulangi penyakit yang kronis, selain itu adalah dapat ditujukan juga untuk mengurangi atau mencegah pengalaman-pengalaman yang menimbulkan stress, yang dapat mempercepat gangguan bipolar. Selain uraian diatas, terdapat pandangan lainya mengenai tujuan psikoterapi itu sendiri, selain menghilangkan gejala penyakit atau meminimalisasi pengaruh daripada penyakit tersebut, tujuan lain dari psikoterapi adalah berkaitan dengan model kehidupan dan kebersamaan yang dilalui oleh anggota kelompok, yakni membuat mereka mampu kembali ke kehidupan masyarakatnya (Taufiq, 2007)

Bila uraian-uraian diatas disimpulkan, dapat dikerucutkan bahwa tujuan-tujuan psikoterapi antara lain adalah .

a. Perawatan akut (intervensi krisis dan stabilisasi)

b. Rehabilitasi (memperbaiki gangguan perilaku berat)

c. Pemeliharaan (pencegahan keadaan memburuk jangka panjang)

d. Restrukturasi (meningatkan perubahan yang terus-menerus pada pasien)

C. Penjelasan Unsur-unsur Psikoterapi

Masserman (dalam Maulany 1997 : 521) ada delapan parameter pengaruh dasar yang mencangkup nsure-unsur lazim pada semua jenis psikoterapi.

a. Peran sosial

b. Hubungan (Persekutuan terapeutik)

c. Hak

d. Retrospeksi

e. Reduksi

f. Rehabilitisi, memperbaiki gangguan perilaku berat

g. Resosialisasi

h. Rekapitulasi Unsur-unsur psikoterapeutik dapat dipilih untuk masing-masing pasien dan dimodifikasi dengan berlanjutnya terapi.Ciri-ciri ini dapat diubah dengan berubahnya tujuan terapeutik, keadaan mental, dan kebutuhan pasien.

D. Perbedaan antara psikoterapi dan konseling

Pada literatur yang saya dapati, dijelaskan ( dalam Morrison & Burnard, 2002) terdapat beberapa perdebatan tentang apa perbedaan antara konseling dan psikoterapi. Psikoterapi secara spesifik diterapkan terhadap penyakit klinis atau mental karena sangat berlawanan dengan penyakit yang banya terjadi di masyarakat. Psikotetoon328rapi dilakukan oleh psikoterapis, yang merupakan seorang terapis umum atau terapis yang berkualitas Sedangkan konseling dapat dilakukan oleh semua orang, dimulai dari pemuka agama sampai dengan seorang konselor professional, konseling bersifat jauh lebih praktis, setiap hari, cenderung kea rah pemecahan-pemecahan masalah,

berdasar masalah disini dan saat ini, sedangkan psikoterapi, membangkitkan ide-ide yang berhubungan dengan psikologi Freudian yang mungkin menggunakan jenis kerangka kerja yang sangat khusus. Masih dalam literatur yang sama, didalamnya konseling dilihat sebagai sesuatu yang lebih terfokus, spesifik, dan berorientasi pada situasi, dan psikoterapi sebagai pandangan yang jauh lebih global tentang kehidupan seseorang, psikoterapi merupakan suatu eksplorasi kehidupan seseorang dengan tingkatan yang jauh lebih dalam meliputi membentuk daya tilik berdasarkan eksplorasi perkembangan awal, pengaruh orang tua dan hal-hal yang dapat muncul pada konseling.

E. Psikoterapi dalam melakukan berbagai pendekatan, terhadap mental illness.

Dijelaskan (dalam Chaplin, 2008) bahwa dalam psikoterapi, terdapat penerapan teknik khusus pada penyembuhan penyakit mental, atau pada kesulitan-kesulitan penyesuaian diri setiap hari, mencakup hanya teknik-teknik tertetu, (psikoanalisis, bimbingan direktif atau non direktif, psikodrama dan lain-lain) yang digunakan oleh para spesialis.

Lebih longgar lagi, psikoterapi dapat mencakup pula suatu pembicaraaan informal, penyembuhan lewat keyakinan agama, dan diskusi personal dengan para guru atau teman. Teknik utama yang digunakan oleh para psikoterapis mencakup interview kedalaman, pengkondisian, sugesti, dan penafsiran. Beberapa ahli juga memasukan teknik psikoterapi bermacam-macam teknik medis, seperti psychosurgery , terapi electroshock dan kemoterapi. Teknik seperti psikoanalisis, terapi berpusat atau client-centered therapy dan terapi tingkah laku telah membuktikan hasil paling sukses pada penanganan bentuk-bentuk yang lebih lunak dari penyakit-penyakit tingkah laku. F. Bentuk-bentuk utama terapi Terapi suportif, Knight (dalam Semiun 2006) yang disebut covering up atau supportive therapies, terapis berusaha memperkuat resistensi-resistensi bagi pasien-pasien yang mengalami keadaan psikotik, hanya dalam psikoanalisis terapis berusaha menemukan penyebab, tujuan, cara, dan sejarah resistensi-resistensi itu.

Bentuk utama terapi menurut wolberg

a) Supportive Therapy Terapi yang bertujuan untuk memperkuat benteng pertahanan diri, memperluas mekanisme pengarahan dan pengendalian emosi kepribadian serta mengembalikan pada penyesuaian diri yang seimbang.

b) Reeducative Therapy Terapi yang bertujuan untuk mewujudkan penyesuaian kembali, perubahan atau modifikasi sasaran atau tujuan hidup dan menghidupkan potensi kreatif.

c) Reconstructive Therapy Terapi yang bertujuan untuk menimbulkan pemahaman terhadap konflik-konflik yang tidak disadari agar terjadi perubahan struktur karakter dan mengembangkan potensi penyesuaian yang baru.

Sudah… ? Info yang anda cari sudah ditemukan? Sebagai pembaca yang baik, setidaknya anda meninggalkan jejak^^ jangan jadi silent reader ya, pastinya banyak kekurangan dalam tulisan ini, kritik dan saran akan sangat membantu saya untuk lebih baik kedepanya, sekian dari saya, semoga bermanfaat,     إلى اللقاء^^ sampai bertemu lagi…….

DAFTAR PUSTAKA

• Chaplin,J.P. (2008). Kamus lengkap psikologi (revisi ed.). Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

• Gunarsa, Singgih, D, (2003) Konseling dan Psikoterapi, Jakarta: BPK Gunung Mulia

• Maulany, R.F (1997). Buku Saku Psikiatri: Residen Bagian Psikiatri UCLA. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC

• Morrison, P., & Burnard, P. (2002). Caring & comunication edisi dua, jakarta : Buku Kedokteran EGC.

• Semiun, Yustinus. 2006. Teori Kepribadian & Terapi Psikoanalitik FREUD. Yogyakarta: Kanisius.

• Taufiq M,I,. (2007). Panduan Lengkap dan Praktis Psikologi Islam, Jakarta: Gema Insani

• Yustinus, S. (2006). Kesehatan Mental 1. Yogyakarta: Kanisius.

PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN

Pada kesempatan kali ini, akan dijelaskan beberapa materi seputar pelatihan dan pengembangan, dimulai dengan definisi dari pelatihan, tujuan dari pelatihan, lalu faktor psikologis apa yang ada dalam pelatihan dan pengembangan, lalu diakhiri dengan teknik dan metode seputar pelatihan dan juga pengembangan, untuk lebih jelasnya, berikut dibawah ini pembahasan dari keempat point tersebut.?????????????????????????????????????????????????????????????????

         A. DEFINISI PELATIHAN

Training atau pelatihan (dalam Hardjana dan Agus 2001) dijelaskan sebagai kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan kinerja dalam pekerjaan.

Lalu (dalam Hariandjana, Efendi dan Hardiwati 2002) menjelaskan bahwa latihan dan pengembangan dapat didefinisikan sebagai usaha yang terencana dari organisasi untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan pegawai, pelatihan dan pengembangan merupakan dua konsep yang sama, yaitu untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan.

Dilihat dari tujuanya, pelatihan dan pengembangan , kedua konsep tersebut dapat dibedakan. Pelatihan lebih ditekankan pada peningkatan kemampuan untuk melakukan pekerjaan yang spesifik pada saat ini, dan pengembangan lebih ditekankan pada peningkatan pengetahuan untuk melakukan pekerjaan pada masa yang akan datang, yang dilakukan melalui pendekatan yang terintegrasi dengan kegiatan lain untuk mengubah perilaku kerja

Terdapat beberapa alasan mengapa penelitian harus dilakukan atau menjadi bagian yang sangat penting dari kegiatan manajemen sumber daya manusia, diantaranya adalah

  1. pegawai yang baru direkrut sering kali belum memahami secara benar bagaimana melakukan pekerjaan.
  2. Perubahan-perubahan dalam lingkungan kerja dan tenaga kerja, meliputi perubahan dalam teknologi baru atau munculnya metode kerja baru, lalu perubahan dalam tenaga kerja seperti semakin beragamnya tenaga kerja yang memiliki latar belakang keahlian, nilai dan sikap yang berbeda yang memerlukan pelatihan untuk menyamakan sikap dan perilaku mereka terhadap pekerjaan
  3. Meningkatkan daya saing perusahaan dan memperbaiki produktivitas
  4. Menyesuaikan dengan peraturan-peraturan yang ada seperti standar pelaksanaan pekerjaan yang dikeluarkan oleh asosiasi industri dan pemerintah untuk menjamin kualitas produksi atau keselamatan dan kesehatan kerja

            B. TUJUAN-SASARAN PELATIHAN SERTA PENGEMBANGAN

 controlling

(Dalam Umar 2003) Pelatihan dan pengembangan (training) bertujuan untuk memperbaiki penguasaan berbagai keterampilan dan teknik pelaksanaan kerja teretentu untuk kebutuhan sekarang , sedangkan pengembangan bertujuan untuk menyiapkan pegawainya siap memangku jabatan tertentu dimasa yang akan datang. Pengembangan bersifat lebih luas karena menyangkut banyak aspek, seperti peningkatan dalam keilmuan, pengetahuan, kemampuan, sikap, dan kepribadian. Program latihan dan pengembangan bertujuan antara lain untuk menutupi ‘gap’ antara kecakapan karyawan dengan permintaan jabatan, selain itu juga untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja karyawan dalam mencapai sasaran kerja.

            Untuk melaksanakkan program pelatihan dan pengembangan, manajemen hendaknya melakukan analisis tentang kebutuhan, tujuan, sasaran, serta isi dan prinsip belajar terlebih dahulu agar pelaksanaan program pelatihan tidaklah sia-sia.

            Menurut Barry (dalam Umar 2003) pelatihan dapat terlaksana disebabkan oleh banyak hal, karena adanya :

  • Perubahan staf
  • Perubahan teknologi
  • Perubahan pekerjaan
  • Perubahan peraturan hokum
  • Perkembangan ekonomi
  • Pola baru pekerjaan
  • Tekanan pasar
  • Kebijakan sosial
  • Aspirasi pegawai
  • Variasi kerja
  • Kesamaan dalam kesempatan

Lalu, Menurut Barry (dalam Umar 2003) untuk mengevaluasi pelatihan dan pengembangan, ia menyarankan hal-hal berikut :

  • Tingkat reaksi peserta, yaitu melihat reaksi peserta terhadap pelatihan, pelatih, dan lainya
  • Tingkat belajar, yaitu melihat perubahan pada pengetahuan, keahlian, dan sikap
  • Tingkat tingkah laku kerja, yaitu melihat perubahan pada tingkah laku kerja
  • Tingkat organisasi, yaitu melihat efek pelatihan terhadap organisasi
  • Nilai akhir, yaitu bermanfaat tidak hanya untuk organisasi, tetapi juga untuk individu

Lalu (dalam Ismail dan Widjajakusuma 2002) dijelaskan bahwa pelatihan diterapkan guna mengajarkan sejumlah keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang dibutuhkan karyawan untuk meningkatkan kemampuan dalam menjalankan pekerjaanya . program pelatihan ditempat kerja (on The Job Training), pelatihan dikelas, dan pelatihan vestibule (balai) sejenis pelatihan dengan simulasi menggunakan peralatan dalam laboratory setting, merupakan metode-metode yang telah banyak digunakan, adapun pengembangan lebih bertujuan pada penyiapan seorang karyawan untuk menghadapi tantangan-tantangan yang baru dan lebih besar serta lebih memfokuskan pada orientasi masa depan.

Mangkunegara (dalam Ismail dan Widjajakusuma 2002) memperjelas perbedaan kedua istilah di atas dengan meramu pendapat Filippo (1976), Wexley dan yuki (1977), serta Yoder (1981). Menurutnya istilah pelatihan ditujukan kepada pegawai pelaksana dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis, sedangkan pengembangan diperuntukan bagi pegawai tingkat manajerial dalam rangka meningkatkan kemampuan konseptual, teknik pengambilan keputusan, dan memperluas relasi personal.

Menurut Mangkunegara pula, penyusunan pelatihan dan pengembangan umumnya melewati sejumlah tahapan berikut

  1. Identifikasi kebutuhan pelatihan/pengembangan (job study)
  2. Penetapan tujuan dan sasaran pelatihan/pengembangan.

     C. FAKTOR PSIKOLOGIS DALAM PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN

 

Pada pelatihan dan pengembangan perlu diperhatikan beberapa faktor berikut, dijelaskan (dalam Hariandjana, Efendi dan Hardiwati 2002) yaitu :

  1. Cost-effectiveness
  2. Desired program content
  3. Appropriateness of the facilities
  4. Trainer preferences and capabilities
  5. Trainer preferences and capabilities
  6. Learning principle

Dari beberapa faktor diatas satu faktr yang perlu mendapat perhatian penting yaitu learning principle ,hal ini penting dalam suatu proses belajar mengajar, juga karena faktor ini dapat dikendalikan. Secara teoritis terdapat beberapa prinsip belajar yang dianggap sangat penting untuk meningkatkan efektivitas pelatihan, yaitu :

  1. Participation
  2. Repetition
  3. Relevance
  4. Transference
  5. Feedback
  • Participation 

Merupakan keterlibatan peserta latihan dalam kegiatan pelatihan secara aktif dan secara langsung

  • Repetition

Melakukan atau mengatakan secara berulang-ulang, dalam usaha menanamkan suatu ide dalam ingatan seseorang

  • Relevance

Pelatihan mempunyai arti atau manfaat yang sangat penting pada seseorang, melaksanakan pekerjaan melalui langkah-langkah tertentu dan ini mempunyai arti penting karena memudahkan dia dalam pelaksanaan pekerjaan

  • Transference

Kesesuaian antara pelatihan dengan pekerjaan yang dilakukan sehari-hari oleh pegawai, transference akan memotivasi seseorang untuk belajar, sebab pelatihan akan dirasakan bermanfaat dalam melakukan tugas-tugas sehari-hari.

  • Feedback

Adalah pemberian informasi atas kemajuan yang telah dicapai oleh peserta pelatihan, mana yang harus diperbaiki dan mana yang harus dipertahankan.

Selanjutnya beberapa faktor lagi yang harus diperhatikan dalam pelatihan dan pengembangan, menurut Dole Yoder (dalam As’ad, 1998) agar pelatihan dan pengembangan dapat berhasil dengan baik, maka harus diperhatikan delapan faktor sebagai berikut :

  1. Individual Differences

Tiap-tiap individu mempunyai ciri khas, yang berbeda satu sama lain, baik mengenai sifatnya, tingkah lakunya, bentuk badannya maupun dalam pekerjaannya. Oleh karena itu, dalam merencanakan dan melaksanakan suatu pelatihan harus diingat adanya perbedaan individu ini. Perbedaan dapat nampak pada waktu para karyawan mengerjakan suatu pekerjaan yang sama, dengan diperolehnya hasil yang berbeda

  1. Relation to job analysis

Tugas utama dari analisa jabatan untuk memberikan pengertian akan tugas yang harus dilaksanakan didalam suatu pekerjaan, serta untuk mengetahui alat-alat apa yang harus dipergunakan dalam menjalankan tugas itu. Untuk memberikan pelatihan pada para karyawan terlebih dahulu harus diketahui keahlian yangstock-vector-you-are-stronger-than-you-think-business-concept-on-motivation-vector-illustration-149065400 dibutuhkannya. Dengan demikian program dari pelatihan dapat di arahkan atau ditujuakan untuk mencapai keahlian itu. Suatu pelatihan yang tidak disesuaikan dengan bakat, minat dan lapangan kerja karyawan, berakibat merugikan berbagai pihak, yaitu karyawan, perusahaan dan masyarakat.

  1. Motivation

Motivasi dalam pelatihan ini sangat perlu sebab pada dasarnya motif yang mendorong karyawan untuk menjalankan pelatihan tidak berbeda dengan motif yang mendorongnya untuk mwlakukan tugas pekerjaannya.

  1. Active Participation

Didalam pelaksanaan pendidikan pelatihan para trainess harus turut aktif mengambil bagian di dalam pembicaraan-pembicaraan mengenai pelajaran yang diberikan, sehingga akan menimbulkan kepuasan pada para trainess apabila saran-sarannya diperhatikan dan dipergunakan sebagai bahan-bahan pertimbangan untuk memecahkan kesulitan yang mungkin timbul.

  1. Selection of trainee

Pelatihan sebaiknya diberikan kepada mereka yang berminat dan menunjukkan bakat untuk dapat mengikuti latihan itu dengan berhasil. Dengan demikian apabila latihan diberikan kepada mereka yang tidak mempunyai minat, bakat dan pengalaman, kemungkinan berhasil sedikit sekali. Oleh karena itulah sangat perlu diadakan seleksi.

  1. Selection of trainers

Berhasil atau tidaknya seseorang melakukan tugas sebagai pengajar, tergantung kepada ada tidaknya persamaan kualifikasi orang tersebut dengan kualifikasi yang tercantum dalam analisa jabatan mengajar. Itulah sebabnya seorang trainer yang baik harus mempunyai kecakapan-kecakapan sebagai berikut:

1)   Pengetahuan vak yang mendalam dan mempunyai kecakapan vak

2)   Mempunyai rasa tanggungjawab dan sadar akan kewajiban

3)   Bijaksana dalam segala tindakan dan sabar

4)   Dapat berfikir secara logis

5)   Mempunyai kepribadian yang menarik

  1. Trainer Pelatihan

Trainer sebelum diserahi tanggung jawab untuk memberikan pelajaran hendaknya telah mendapatkan pendidikan khusus untuk menjadi tenaga pelatih. Dengan demikian salah satu asas yang penting dalam pendidikan ialah agar para pelatih mendapatkan didikan sebagai pelatih

  1. Training Methods

Metode yang dipergunakan dalam pelatihan harus sesuai dengan jenis pelatihan yang diberikan. Misalnya, pemberian kuliah tidak sesuai untuk para karyawan pelaksana. Untuk karyawan pelaksana hendaknya diberikan lebih banyak peragaan disamping pelajaran teoritis.

 

     D. TEKNIK DAN METODE PELATIHAN -PENGEMBANGAN

Seperti pada sub judul sebelumnya, yakni pada bagian tujuan dan sasaran pelatihan pengembangan, telah dijelaskan, dalam menjalankan pekerjaanya, program pelatihan ditempat kerja (on The Job Training), pelatihan dikelas, dan pelatihan vestibule (balai) sejenis pelatihan dengan simulasi menggunakan peralatan dalam laboratory setting, merupakan metode-metode yang telah banyak digunakan, adapun pengembangan lebih bertujuan pada penyiapan seorang karyawan untuk menghadapi tantangan-tantangan yang baru dan lebih besar serta lebih memfokuskan pada orientasi masa depan (Ismail dan Widjajakusuma 2002).

Selain itu beberapa hal ini juga perlu diperhatikan dalam melatih da mengembangkan sumber daya manusia agar efektif dalam pelatihan serta pengembanganya (dalam Hariandjana, Efendi dan Hardiwati 2002) menjelaskan, bahwa terdapat beberapa proses atau kegiatan yang harus dilakukan dalam upaya mengembangkan program pelatihan dan pengembangan yang efektif, yaitu :

  1. Menganalisis kebutuhan pelatihan organisasi, yang sering disebut need analysis atau need assessment.
  2. Menentkan sasaran dan materi program pelatihan.
  3. Menentukan metode pelatihan dan prinsip-prinsip belajar yang digunakan.
  4. Mengevaluasi program pelatihan.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

  • As’ad, Moch. 1998. Psikologi Industri. Liberty, Yogyakarta.
  • Hardjana, Agus M. 2001. Training SDM yang Efektif, Kanisius, Yogyakarta
  • Hariandja, Marihot Tua Efendi, dan Yovita Hardiwati, 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia, Grasindo, Jakarta
  • Umar H, 2003.Riset Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi, Edisi Revisi, Cetakan Kelima, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
  • Yusanto, M,I., Widjajakusuma, M, K. ,2002 Menggagas Bisnis Islami, Gema Insani, Jakarta

Analisis Kasus Mengenai Kepuasan Kerja

Kisah Pencipta Senapan Serbu AK-47: Salahkan Nazi Jerman!

 

Mikhail Kalashnikov meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Izhevsk, ibukota Republik Udmurtia, tempat tinggalnya. Dalam usia 94 tahun. Namanya memang tak setenar benda ciptaannya: senapan serbu AK-47 alias Avtomat Kalashnikova 1947.  Yang hingga kini masih jadi bedil yang paling banyak diproduksi.

Kabar lelayu bahkan diumumkan langsung oleh juru bicara kepresidenan Udmurtia, Viktor Chulkov. Menandakan ia bukan orang biasa. Meski tak disebut pasti apa penyebab nyawanya melayang. Yang jelas, Kalashnikov sudah dirawat di rumah sakit sebulan terakhir, dengan masalah kesehatan yang tidak diungkap.

Kalashnikov memang orang penting. Senjata api ciptaannya menjadi yang paling populer di dunia, disukai oleh gerilyawan, teroris dan banyak tentara. Diperkirakan 100 juta AK-47  tersebar di seluruh dunia.

Kalashnikov awalnya berangan-angan menciptakan peralatan pertanian, namun alih-alih tanaman, AK-47 ciptaannya banyak menebar kekacauan. Namun, toh ia tak pernah merasa bersalah dan terbebani oleh kontribusinya terhadap pertumpahan darah.

“Aku tidur dengan nyenyak,” kata dia di tahun 2007, seperti Liputan6.com kutip dari News.com.au, Selasa (24/12/2013). “Para politisi yang harus disalahkan karena gagal mencapai kesepakatan dan melakukan kekerasan.”

Dan meski tak akurat, kasar, dan amat sederhana, performa AK-47 amat baik di medan berpasir dan basah — yang bisa membuat senjata yang lebih canggih seperti M-16 buatan AS, macet.

“Selama perang Vietnam, tentara Amerika akan membuang M-16 mereka dan menggantinya dengan AK -47 dan meraup pelurunya dari tentara Vietnam yang tewas, ” kata Kalashnikov pada bulan Juli 2007, pada upacara peringatan 60 tahun AK-47.

Kesesuaian AK-47 digunakan pada pertempuran di hutan dan padang pasir pertempuran membuatnya nyaris ideal untuk pemberontak Dunia Ketiga yang didukung oleh Uni Soviet. Dan Moskow tidak hanya membagikan AK-47 secara luas tetapi juga lisensi produksinya ke sekitar 30 negara.

AK-47 tenar di antara kaum revolusioner dan perjuangan pembebasan nasional. Bahkan gambarnya diabadikan pada bendera Mozambik.

Salahkan Nazi Jerman!

Kalashnikov  dilahirkan dalam sebuah keluarga petani di Siberia. Ia memujlai karirnya sebagai pegawai jawatan kereta api. Setelah bergabung dengan Tentara Merah pada tahun 1938, ia mulai menunjukkan bakat terpendamnya di bidang mekanik dengan menciptakan beberapa modifikasi untuk tank Uni Soviet.

Momentum yang mengubah hidupnya terjadi pada 1941 di pertempuran Bryansk melawan tentara Nazi. Sebuah mortir menghantam tanknya. Di masa pemulihan dari cederanya di rumah sakit, Kalashnikov terbayang-bayang senapan otomatis yang digunakan Nazi. Ia lalu menyempurnakan idenya, dan 5 tahun kemudian terwujud senapan baru.

“Salahkan Nazi Jerman karena membuatku menjadi seorang desainer senjata” kata Kalashnikov. “Yang aku inginkan saat itu adalah menciptakan mesin pertanian.”

Berkat ciptaannya, Kalashnikov jadi kebanggan di Uni Soviet dan negara-negara pecahannya. Pada tahun 2007, Presiden Rusia Vladimir Putin memujinya dengan mengatakan, “Senapan Kalashnikov  adalah simbol dari kejeniusan dan kreatifitas bangsa kami.”

Selama karirnya di militer, Kalashnikov banjir penghargaan, termasuk Pahlawan Buruh Sosialis (Hero of Socialist Labor), Order of Lenin, dan Stalin Prize. Namun, karena karyanya tak pernah dipatenkan, ia tak pernah kaya dari itu. Tak dapat royalti.

“Pada saat itu di negaraku, mematenkan penemuan itu bukan hal penting. Kami bekerja untuk masyarakat sosialis, demi kebaikan rakyat, yang saya tidak pernah menyesal,” kata dia suatu ketika.

Kalashnikov terus bekerja sampai usianya mencapai 80-an tahun, sebagai kepala desainer di Izmash — perusahaan yang pertama kali memproduksi AK- 47.

Dia juga berkeliling dunia membantu Rusia menegosiasikan kesepakatan senjata baru. Juga menulis buku tentang hidupnya, tentang senjata dan tentang pendidikan untuk remaja.

“Setelah runtuhnya negara besar dan perkasa Uni Soviet begitu banyak omong kosong yang telah dipaksakan pada kami, terutama pada generasi muda, ” kata Kalashnikov. “Saya menulis enam buku untuk membantu remaja menemukan jalan mereka dalam kehidupan.”

Kali lain, Kalashnikov mengaku bangga dengan patung perunggu dirinya yang dipasang di desa asalnya di Kurya di wilayah Altai, Siberia. Para pengantin baru kerap datang dan meletakkan bunga di dada patung, sembari berbisik, “Paman Misha, berkati kami dengan kebahagiaan dan anak-anak yang sehat.”

“Coba, pembuat senjata mana yang bisa bisa membanggakan hal seperti itu?,” kata Kalashnikov, bungah. (Ein)

SUMBER BERITA :

Elin Yunita Kristanti (2013) Kisah Pencipta Senapan Serbu AK-47: Salahkan Nazi Jerman!., http://news.liputan6.com/read/783232/kisah-pencipta-senapan-serbu-ak-47-salahkan-nazi-jerman., Diakses pada 6-11-2014.

ANALISIS KASUS

 

  • ……Kepuasan kerja dapat didefinisikan sebagai perasaan dan reaksi individu terhadap lingkungan pekerjaannya.

 

 

“Pada saat itu di negaraku, mematenkan penemuan itu bukan hal penting. Kami bekerja untuk masyarakat sosialis, demi kebaikan rakyat, yang saya tidak pernah menyesal,” kata dia suatu ketika.

 

Meski tidak mematenkan hasil kerja yang ia buat, dan tidak pula mendapatkan royalti atas hasil karya yang dibuatnya dari sebuah senapan serbu yang populasinya banyak digunakan hingga saat ini, ia tidak menyatakan sebuah penyesalan atas hal itu, ia merasa jika hal yang dibuatnya dapat menghasilkan kebaikan demi rakyat yang ada disana, ia tidak menyesaliya.

hal ini sesuai dengan salah satu indikator tentang apa itu sebuah kepuasan kerja, yakni “Kepuasan kerja dapat didefinisikan sebagai perasaan dan reaksi individu terhadap lingkungan pekerjaannya” terkait dengan perasaan ketidakmenyesalanya untuk mematenkan karyanya hingga tidak mendapatkan royalti dari hasil yang ia buat, dapat dikatakan sebagai sebuah reaksi individu, dan menyatakan juga bahwa ia tidak menyesal jika itu demi kebaikan masyarakat disana sebagai pernyataan lingkungan pekerjaanya yang berkecimpung dalam dunia pembuatan senjata, walaupun pada awalnya ia hanya ingin membuat sebuah mesin dengan focus pada ranah pertanian.

 

  • Kepuasan kerja merupakan kegembiraan atau pernyataan emosi yang positif hasil dari penilaian salah satu pekerjaan atau pengalaman-pengalaman pekerjaan.

 

  • Koesmono juga mengemukakan bahwa kepuasan kerja merupakan penilaian, perasaan atau sikap seseorang atau karyawan terhadap pekerjaannya dan berhubungan dengan lingkungan kerja, jenis pekerjaan, kompensasi, hubungan antar teman kerja, hubungan sosial ditempat kerja dan sebagainya.

 

“Kali lain, Kalashnikov mengaku bangga dengan patung perunggu dirinya yang dipasang di desa asalnya di Kurya di wilayah Altai, Siberia. Para pengantin baru kerap datang dan meletakkan bunga di dada patung, sembari berbisik, “Paman Misha, berkati kami dengan kebahagiaan dan anak-anak yang sehat.”

“Coba, pembuat senjata mana yang bisa bisa membanggakan hal seperti itu?,” kata Kalashnikov, bungah. (Ein)

Coba kita perhatikan dari kata-kata yang dikutip dari artikel diatas, Kalasnikov menyatakan kebanggaan dirinya atas patung perunggu yang didedikasikan kepada dirinya selaku pembuat senjata professional, patung dirinya tersebut membuatnya bangga dikenal sebagai pembuat senjata yang saat ini dikatakan sebagai senapan legendaris Avtomat Kalasnikov 47, atau dikenal sebagai AK-47, hal ini menandakan sebuah kepuasan akan hasil kerjanya yang sampai saat ini banyak digunakan di dunia, dapat dikatakan hal ini merupakan sebuah bentuk emosi positif yang ditunjukan Kalasnikov, menandakan adanya sebuah kepuasan kerja, dikata-kata beliau selanjutnya juga menunjukan adanya sebuah emosi positif sebagai seorang pembuat senjata :

patung perunggu dirinya yang dipasang di desa asalnya di Kurya di wilayah Altai, Siberia. Para pengantin baru kerap datang dan meletakkan bunga di dada patung, sembari berbisik, “Paman Misha, berkati kami dengan kebahagiaan dan anak-anak yang sehat.” “Coba, pembuat senjata mana yang bisa bisa membanggakan hal seperti itu?,” kata Kalashnikov, bungah”

 

diambil dari kutipan berikut, Kalasnikov kembali menunjukan emosi positifnya terhadap profesinya, ia mengatakan pembuat senjata mana yang dapat membanggakan hal seperti itu, ketika ia menjeaskan patung dirinya yang dihampiri pengantin baru lalu meletakan bunga di dada patung seraya berbisik untuk minta diberkati anak, dari sini dapat ditarik sebuah kesimpulan, emosi positif telah di ungkapkan, dan hal penilaian pun telah ia lakukan sebagai hal yang baik, searah dengan apa itu kepuasan kerja, Kalasnikov telah menunjukanya.

 

Fungsi Manajemen, Motivasi, & Kepuasan Kerja

 ORGANISASI

  1. Definisi pengorganisasian

Struktur organisasi (Organizational strcture) menentukan bagaimana pekerjaan dibagi, dikelompokan, dan dikoordinasikan secara formal (Robbins & Judge 2011).

Schein (1991) mendefinisikan organisasi sebagai koordinasi, tujuan bersama dan pembagian kerja. Suatu organisasi adalah koordinasi sejumlah kegiatan manusia yang direncanakan untuk mencpai suatu maksud atau tujuan bersama melalui pembagian tugas dan fungsi serta melalui serangkaian wewenang dan tanggung jawab. Tujuan organisasi terutama adalah kegiatan, bukan orang. Barnard (dalam Schein 1991: 17) menjelaskan bahwa hanya kegiatan oranglah yang berkaitan dengan usaha mencapai tujuan tertentu.

????????????????????????????????????????????????????

  1. Pengorganisasian sebagai fungsi manajemen

Katz dan Kahn (dalam Schein 1991: 224) merumuskan organisasi sebagai sistem terbuka dalam interaksi yang terus-menerus dengan lingkunganya.

Schein juga membagi pengorganisasian sebagai Perekrutan, seleksi, pelatihan, sosialisasi dan alokasi manusia bagi pekerjaan, selanjutnya juga menjelaskan bahwa pengorganisasian memanfaatkan dan memanajemeni sumber daya manusia

  • Kontrak psikologis

Setelah karyawan direkrut, diseleksi, dilatih dan dialokasikan pada pekerjaan tertentu, organisasi harus memusatkan perhatian pada penciptaan kondisi-kondisi yang memudahkan bagi prestasi tinggi untuk jangka waktu yang lama, dan memberikan kemungkinan bai masing-masing karyawan untuk memenuhi kebutuhanya , yang dimaksud kontrak psikologis disini ialah harapan-harapan tak tertulis antara setiap anggota dalam organisasi itu, dan organisasi juga mempunyai harapan yang lebih halus dan mutlak, yaitu bahwa karyawan akan menambah baik citra organisasi maupun kesetiaanya, tahu menyimpan rahasia-rahasia organisasi, dan akan berusaha sebaik-baiknya untuk kepentingan organisasi.

  • Kekuasaan dan wewenang

Keputusan masuk organisasi berarti menerima peraturan-peraturan dasar yang menjadi sistem wewenang organisasi, wewenan tidak sama dengan kekuasaan, kekuasan dalam arti murni adalah kebiasaan untuk mengendalikan orang lain dengan kekuatan penuh, memanipulasi imbalan dan hukuman yang berarti bagi orang lain, atau memanipulasi informasi. Kekuasaan mengandung arti bahwa orang lain sama sekali tidak mempunyai pilihan karena mereka kurang kuat menentukan diri sendiri atau tidak mengetahui bagaimana memperoleh sumber daya yang mereka perlukan, inilah yang para sosiolog sebut “wewenang tidak sah”. Sebaliknya Schein menjelaskan bahwa wewenang sah berarti kesediaan   bawahan untuk mematuhi peraturan, hukum atau perintah karena mereka menyetujui sistem pembentukanya.

ACTUATING DALAM MANAJEMEN

 

  • Pengertian Actuating dalam Manajemen

 ?????????????????????????????????????????????????????????????????

Dari seluruh rangkaian proses manajemen, pelaksanaan (actuating) merupakan fungsi manajemen yang paling utama. Dalam fungsi perencanaan dan pengorganisasian lebih banyak berhubungan dengan aspek-aspek abstrak proses manajemen, sedangkan fungsi actuating justru lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang-orang dalam organisasi

Dalam hal ini, George R. Terry (1986) mengemukakan bahwa actuating merupakan usah

a menggerakkan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan dan sasaran anggota-anggota perusahaan tersebut oleh karena para anggota itu juga ingin mencapai sasaran-sasaran tersebut.

Dari pengertian di atas, pelaksanaan (actuating) tidak lain merupakan upaya untuk menjadikan perencanaan menjadi kenyataan, dengan melalui berbagai pengarahan dan pemotivasian agar setiap karyawan dapat melaksanakan kegiatan secara optimal sesuai dengan peran, tugas dan tanggung jawabnya. Hal yang penting untuk diperhatikan dalam pelaksanan (actuating) ini adalah bahwa seorang karyawan akan termotivasi untuk mengerjakan sesuatu jika :

  1. Merasa yakin akan mampu mengerjakan,
  2. Yakin bahwa pekerjaan tersebut memberikan manfaat bagi dirinya,
  3. Tidak sedang dibebani oleh problem pribadi atau tugas lain yang lebih penting, atau mendesak
  4. Tugas tersebut merupakan kepercayaan bagi yang bersangkutan dan
  5. Hubungan antar teman dalam organisasi tersebut harmonis.
  • Pentingnya Actuating Manajemen

Actuating adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agarsemua agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapaisasaran yang sesuai dengan perencanaan manejerial dan usaha-usaha organisasi. artinya menggerakkan orang-orang agarmau bekerja dengan sendirinya atau dengan kesadaran secarabersama-sama untuk mencapai tujuan dikehendaki secara efektif.

Fungsi Actuanting :

  • Mempengaruhi orang – orang agar bersedia menjadi pengikut
  • Menaklukan daya tolak seseorang
  • Membuat orang dapat mengerjakan tugasnya dengan baik

Dalam sebuah organisasi, kita mengenal adanya konsep POAC, Planning, Organizing, Actuating, dan Controling. Keempat aspek ini merupakan satu kesatuan langkah sehingga jika tidak terlaksana salah satu, tentu perjalanan organisasi akan timpang.

Dalam aspek planning, perencanaan partisipatif merupakan salah satu teknik khusus untuk mengembangkan organisasi.

Perencanaan

Di dalam proses perancanaan kegiatan organisasi, partisipasi setiap personal dalam organisasi sangat menentukan keberhasilan program yang di rancang organisasi. Selanjutnya perencanaan yang melibatkan setiap orang dalam organsiasi ki

ta namakan sebagai perencanaan partisipatif.

Setiap aspek perencanaan disusun berdasarkan partisipasi setiap orang dalam organisasi. Dengan cara seperti ini, maka rasa tanggung jawab atas setiap program kegiatan organisasi tumbuh sebagai bagian integral diri.

Sebagai sebuah organisasi yang terdiri atas berbagai sosok dengan kemampuan masing-masing, maka sudah seharusnya untuk memberdayakan sumber daya manusia yang dimiliki. Pemberdayaan kompetensi ini sangat penting sebab organisasi adalah tanggungjawab bersama.

Untuk melibatkan secara aktif setiap orang, maka perencanaan partisipatif merupakan langkah konkritnya. Jika setiap personal terlibat dalam perencanaan program, maka setidaknya mereka ikut menentukan hal-hal yang harus dilakukan dalam organisasi.

  • Prinsip – prinsip Actuating Manajemen

Prinsip-Prinsip Penggerakan

Menurut Kurniawan (2009) prinsip-prinsip dalam penggerakan/actuating antara lain:

  • Memperlakukan pegawai dengan sebaik-baiknya
  • Mendorong pertumbuhan dan perkembangan manusia
  • Menanamkan pada manusia keinginan untuk melebihi
  • Menghargai hasil yang baik dan sempurna
  • Mengusahakan adanya keadilan tanpa pilih kasih
  • Memberikan kesempatan yang tepat dan bantuan yang cukup
  • Memberikan dorongan untuk mengembangkan potensi dirinya

Pentingnya Actuating dalam Manajemen

Fungsi actuating lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang-orang dalam organisasi. Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan penggerakan seluruh potensi sumber daya manusia dan nonmanusia pada pelaksanaan tugas. Semua sumber daya manusia yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi. Setiap SDM harus bekerja sesuai dengan tugas, fungsi dan peran, keahlian dan kompetensi masing-masing SDM untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi yang telah ditetapkan.

MENGENDALIKAN FUNGSI MANAJEMEN

 

                       A. Definisi Controlling

Terry (Dalam Herujito 2001) menyatakan, manajemen adalah suatu proses yang berbeda, terdiri dari Planning, organizing, actuating dan controlling yang dilakukan untuk mencapai tujuan yag ditentukan dengan menggunakan manusia dan sumber daya lainya.

Kontrol sebagai fungsi manajemen.

                      controllingB. Kontrol sebagai proses manajemen dan tipe Controlling

Stoner & Wankel (dalam Ruky 2002) menjelaskan bahwa salam konteks manajemen, istilah asli yang digunakan adalah Controlling dan kata ini sebenarnya mencakup 2 (dua) Kegiatan: pengawasan dan pengendalian. Kegiatan pengawasan dalam proses manajemen dapat didefinisikan sebagai

           Sebuah proses yang dilakukan untuk meyakinkan bahwa semua kegiatan (dalam proses manajemen) berjalan mengikuti rencana yang telah ditetapkan dan menuju kepada sasaran yang harus dicapai.

Dalam Ruky (2002)dijelaskan keberhasilan suatu perusahaan atau organisasi dalam mencapai tujuan-tujuan dan memenuhi kebutuhan masyarakat tergantung bagaimana baiknya para manajer perusahaan itu melaksanakan pekerjaan mereka. Jika para manajer perusahaan tidak melakukan tugas mereka dengan baik maka organisasi secara keseluruhan akan gagal mencapai tujuan, untuk itu sebagai bentuk pengendalian dalam manajemen, diperlukan adanya evaluasi kinerja manajer dan karyawan.

MOTIVASI

                 A. Definisi Motivasi

            Pada bagian ini akan dijelaskan beberapa pengertia tentang apa itu motivasi dan apa saja bagian dari motivasi itu sendiri, dalam Irianto (2005) dijelaskan, motivasi berasal dari kata move yang artinya “bergerak”. Definisi motivasi masih sering diperdebatkan. Diantaranya berbunyi: “Motivasi adalah sesuatu yang menggerakan atau mendorong seseoran atau kelompok orang, untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu”. Salah satu unsur dari motivasi adalah motif (= motive, alasan, atau sesuatu yang memotivasi). Motivasi dapat dikelompokan menjadi dua kelompok, eksternal dan internal.

  1. Motivasi Eksternal

Motivasi eksternal adalah motivasi yang berasal dari luar diri. Motivasi ini dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu motivasi eksternal positif dan motivasi eksternal negatif.

            Motivasi eksteral positif , biasanya berupa hadiah, atau iming-iming yang membangkitkan niat seseorang untuk berbuat sesuatu, misalnya upah, komisi, insentif, promosi, dan sebagainya.

            Motivasi eksternal negatif, adalah sesuatu yang dipaksaka dari luar, agar orang menghidari sesuatu yang tidak diinginkan; misalnya sangsi, hukuman, peraturan-peraturan, tata tertib, termasuk ancaman PHK dan sebagainya

 stock-vector-you-are-stronger-than-you-think-business-concept-on-motivation-vector-illustration-149065400

          2. Motivasi internal

Motivasi internal adalah motivasi dari dalam diri sendiri. Jenis motivasi ini dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu motivasi internal positif dan motivasi internal negatif

      Motivasi internal positif muncul karena keinginan untuk tumbuh berkembang, mengekspresikan diri sebagai contohnya ialah : ingin karir yang lebih baik, aktualisasi diri, dan sebagainya.

Motivasi interal negatif muncul karena tekanan, ancaman, ketakutan atau kekhawatiran. Sebagai misal: karena rasa takut kehilangan, menderita dan sebagainya

 

A. Teori-teori Motivasi

       a. Abraham maslow

 

Dari banyaknya teori motivasi, Abraham Maslow dengan teori hierarki kebutuhan yang dikemukakanya dapat dikatakan sebagai teori yang paling banyak dikenal, ia membuat hipotesis bahwa dalam setap diri manusia terdapat hierarki dari lima kebutuhan, kebutuhan-kebutuhan tersebut adalah :

  1. Fisiologis : meliputi rasa lapar, haus, berlindunga, seksual dan kebutuhan fisik lainya
  2. Rasa aman: meliputi rasa ingin dilindungi dari bahaya fisik dan emosional
  3. Sosial : meliputi rasa kasih saying, kepemilikan, penerimaan, dan persahabatan
  4. Penghargaan : meliputi faktir-faktor penghargaan internal seperti hormat diri, otonomi dan pencapaian
  5. Aktualisasi diri: dorongan untuk menjadi seseorang sesuai kecakapanya

b. Clayton Alderfer

 

         Clayton Aderfer berusaha mengolah hierarki kebutuhan Maslow agar semakin dekat dengan penelitian empiris. Hierarki kebutuhanya yang telah ditelaah ulang disebut dengan teori ERG. Pendapatnya bawa tiga kelompok kebutuhan inti

  • Kehidupan (Sama dengan kebutuhan fisiologis dan keamanan milik Maslow)
  • Hubungan (sama dengan kebutuhan sosial dan status milik Maslow)
  • Pertumbuhan (sama dengan kebutuhan penghargaan dan aktualisasi diri milik maslow)

       c.  McClelland

         Atau biasa disebut (McClelland’s theory of needs) dikembangkan oleh David McClelland dan rekan-rekanya. Teori tersebut berfokus pada tiga kebutuha: pencapaian, kekuatan, dan hubungan.

  • Kebutuhan pencapaian (Need for achievement) : Dorongan untuk melebihi mencapai standar-standar, berusaha keras untuk berhasil.
  • Kebutuhan kekuatan (Need for power) : Kebutuhan untuk membuat individu lain berperilaku sedemikian rupa sehingga mereka tidak akan berperilaku sebaliknya.
  • Kebutuhan hubungan (Need for affiliation) : keingian untuk menjalin suatu hubungan antarpersonal yang ramah dan akrab.
  1. Definisi Motivasi kerja

Robbin (dalam Brahmasari dan Suprayetno 2008) mengemukakan bahwa motivasi adalah keinginan untuk melakukan sebagai kesediaan untuk mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi untuk tujuan-tujuan organisasi, yang dikondisikan oleh kemampuan upaya itu untuk memenuhi suatu kebutuhan individual.

Siagian (2002:94 dalam Brahmasari dan Suprayetno 2008) mengemukakan bahwa dalam kehidupan berorganisasi, termasuk kehidupan berkarya dalam organisasi bisnis, aspek motivasi kerja mutlak mendapat perhatian serius dari para manajer.

Karena 4 (empat) pertimbangan utama yaitu: (1) Filsafat hidup manusia berkisar pada prinsip “quit pro quo”, yang dalam bahasa awam dicerminkan oleh pepatah yang mengatakan “ada ubi ada talas, ada budi ada balas”, (2) Dinamika kebutuhan manusia sangat kompleks dan tidak hanya bersifat materi, akan tetapi juga bersifat psikologis, (3) Tidak ada titik jenuh dalam pemuasan kebutuhan manusia, (4) Perbedaan karakteristik individu dalam organisasi atau perusahaan, mengakibatkan tidak adanya satupun teknik motivasi yang sama efektifnya untuk semua orang dalam organisasi juga untuk seseorang pada waktu dan kondisi yang berbeda-beda. Radig (1998), Soegiri (2004:27-28 dalam Brahmasari dan Suprayetno 2008) dalam Antoni (2006:24 dalam Brahmasari dan Suprayetno 2008) mengemukakan bahwa pemberian dorongan sebagai salah satu bentuk motivasi, penting dilakukan untuk meningkatkan gairah kerja karyawan sehingga dapat mencapai hasil yang dikehendaki oleh manajemen. Hubungan motivasi, gairah kerja dan hasil optimal mempunyai bentuk linear dalam arti dengan pemberian motivasi kerja yang baik, maka gairah kerja karyawan akan meningkat dan hasil kerja akan optimal sesuai dengan standar kinerja yang ditetapkan. Gairah kerja sebagai salah satu bentuk motivasi dapat dilihat antara lain dari tingkat kehadiran karyawan, tanggung jawab terhadap waktu kerja yang telah ditetapkan.

KEPUASAN KERJA

 

 

  1. Definisi kepuasan kerja

Dole and Schroeder (dalam Koesmono 2005: 170) Kepuasan kerja dapat didefinisikan sebagai perasaan dan reaksi individu terhadap lingkungan pekerjaannya. sedangkan menurut Testa (1999)dan Locke (1983); Kepuasan kerja merupakan kegembiraan atau pernyataan emosi yang positif hasil dari penilaian salah satu pekerjaan atau pengalaman-pengalaman pekerjaan. Nasarudin (2001); Igalens and Roussel (1999); Job satisfaction may be as a pleasurable ar positive emotional state resulting from the appraisal of one’s job or job experiences. Dalam pernyataan tersebut mengandung makna bahwa kepuasan kerja merupakan suatu keadaan emosi yang positif atau dapat menyenangkan yang dihasilkan dari suatu penilaan terhadap pekerjaan atau pengalaman-pengalaman kerja seseorang.

 

Koesmono (dalam Brahmasari dan Suprayetno 2008), mengemukakan bahwa kepuasan kerja dapat didefinisikan sebagai perasaan dan reaksi individu terhadap lingkungan pekerjaannya. sedangkan Testa, Locke, Koesmono, (dalam Brahmasari dan Suprayetno 2008) mengemukakan bahwa kepuasan kerja merupakan kegembiraan atau pernyataan emosi yang positif hasil dari penilaian salah satu pekerjaan atau pengalaman-pengalaman pekerjaan.

 

Lebih lanjut Koesmono juga mengemukakan bahwa kepuasan kerja merupakan penilaian, perasaan atau sikap seseorang atau karyawan terhadap pekerjaannya dan berhubungan dengan lingkungan kerja, jenis pekerjaan, kompensasi, hubungan antar teman kerja, hubungan sosial ditempat kerja dan sebagainya.

Sehingga dapat dikatakan bahwa kepuasan kerja adalah dipenuhinya beberapa keinginan dan kebutuhannya melalui kegiatan kerja atau bekerja.

 

2.  Aspek-aspek kepuasan kerja dan faktornya

 

Ward and Sloane (dalam Koesmono 2005: 170); elemen of job satisfaction : (1) relationship with colleagues; (2) relationship with head of department;(3) ability and efficiency of head of department; (4) hours of work; (5) opportunity to use initiative; (6) Promotion prospects; (7) salary; (8); job security; (9) actual work undertaken; (10) overall job satisfaction.

Dari beberapa point diatas dipaparkan bahwa elemen elemen dari kepuasan kerja terdiri atas adanya relasi terhadap kolega dalam bekerja, waktu bekerja, kesempatan yang digunakan, penawaran jenjang karir, juga keamanan dalam bekerja, hal tersebut mendukung seorang pekerja untuk mencapai kepuasan bekerjanya

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

  • Herujito, Yayat M, (2001), Dasar-dasar Manajemen, Penerbit PT. Grasindo, Jakarta.
  • Irianto, A. (2005). Born to Win Kunci sukses yg tak pernah gagal. Jakarta: Gramedia Pustaka utama
  • Robbins, S, P., Judge, T, A . (2011) Perilaku Organisasi. (Ed 12). Jakarta: Salemba Empat
  • Ruky, Achmad. 2002. Sukses Sebagai Manajer Profesional Tanpa Gelar MM atau MBA, Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
  • Schein, E, H. (1991) Psikologi Organisasi. Jakarta: Midas Surya Grafindo
  • Koesmono, H. T. (2005). Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Motivasi Dan Kepuasan Kerja Serta Kinerja Karyawan Pada Sub Sektor Industri Pengolahan Kayu Karya Menengah Di Jawa Timur. Jurnal Manajemen & Kewirausahaan, 27, no 2, 170-188.
  • Brahmasari, I. A., Suprayetno, A. (2008) Pengaruh motivasi kerja, Kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan serta dampaknya pada kinerja perusahaan (Studi kasus pada PT Pei Hai International Wiratama Indonesia) Jurnal Manajemen Dan Kewirausahaan, 10, no 2, 124-135.
  • Manajemen (2011) http://machdans-manajemen.blogspot.com/2011/06/actuating.html. di akses pada 2-11-2014, 05:55 PM
  • Pengorganisasian dalam manajemen(2013)http://repastrepost.blogspot.com/2013/11/pengorganisasian-dalam-manajemen.html di akses pada 2-11-2014, 05:17 PM

Tulisan dengan contoh kasus dan analisa dasar berikut tanggapan

Kasus perilaku

Tuntut Kesejahteraan, Pegawai Kecamatan Mogok Kerja

SAMPANG – Sejumlah pegawai di Kantor Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mogok kerja. Kabarnya mereka mogok lantaran tuntutan tambahan kesejahteraan saat Hari Raya Idul Adha tidak dipenuhi.

Akibatnya, Kantor Kecamatan Camplong sepi. Meski begitu, pelayanan terhadap masyarakat tetap berjalan, karena masih ada pegawai yang masuk untuk melaksanakannya.

Jumlah pegawai yang ada di Kantor Kecamatan Camplong sebanyak 31 orang. Mereka terdiri dari pegawai negeri sipil dan tenaga honorer. Sebagian dari jumlah tersebut melakukan mogok kerja pada hari ini.

Sekretaris Camat Camplong, Taufik, membenarkan adanya aksi mogok kerja sebagian staf. Diduga aksi itu dipicu tuntutan tambahan kesejahteraan lebaran kemarin tidak bisa dipenuhi.

“Mogoknya hari ini saja. Pada Jumat kemarin memang sepertinya ada tanda-tanda protes. Saat itu kursi yang sudah dipakai pertemuan berserakan,” terang Taufik saat dikonfirmasi wartawan.

Menurutnya, diperkirakan para pegawai akan kembali bekerja besok. Dengan adanya kejadian ini, dirinya yang akan meng-handle tugas dari pegawai yang tidak masuk.

“Saya siap melayani masyarakat. Dengan adanya kejadian ini, saya akan laporkan kepada pimpinan (Camat Camplong Samhari) yang saat ini sedang diklat di Trawas,” paparnya.

(Sumber : http://news.okezone.com/read/2014/10/06/340/1048657/tuntut-kesejahteraan-pegawai- kecamatan-mogok-kerja . Diakses pada : 13-Okt-2014)

Analisa dan tanggapan :

Dalam berita di atas, terdapat pernyataan bahwa camat tersebut tetap akan menjalankan kewajibanya sebagai atasan terhadap anak buah yang ada dalam ruang lingkup tanggung jawabnya, dan menginformasikan kepada garis komando di atasnya sesuai otoritas yang ada, sesuai rantai komando dalam organisasi terhadap bawahanya, walaupun garis dari puncak organisasi kepada eselon paling bawah tersebut terdapat kesenjangan dikarenakan konflik kesejahteraan hari raya, camat tersebut tetap memanajemen dengan memerintahkan pegawai yang tersisa untuk menjalankan tugasnya agar tetap berjalanya pelayanan kepada masyarakat, hal ini membuktikan bahwa kepemimpinan juga bergantung kepada kesiapan anggota yang ada di dalamnya, walaupun beberapa anggota mogok dari pekerajaan, masih ada sebagian pegawai yang tetap dalam tugasnya dan mengikuti instruksi sesuai wewenang pemimpinya, selanjutnya sesuai dengan teori situasional Hersey dan Blanchard Sebuah teori kemungkinan yang berfokus pada kesiapan para pengikut. Kepemimpinan yang berhasil dapat dicapai dengan cara memilih gaya kepemimpinan yang baik dan yang benar, penekanan pada para pengikut dalam efektivitas kepemimpian mencerminkan bahwa para pengikutlah yang menerima atau menolak pemimpin tersebut.

 

Ini merupakan sebuah bukti bahwa faktor situasi dapat sangat berperan dalam kepemimpinan di dalam sebuah organisasi , disaat beberapa pegawai memiliih untuk mogok kerja, tetapi beberapa pegawai lain tetap mengikuti perintah atasan mereka, ini membuktikan bahwa pola kepemimpinan camat tersebut baik dan masih efektif dapat mempengaruhi beberapa bawahanya untuk tetap bekerja dan tidak mengikuti mogok kerja sebagaimana yang dilakukan pegawai setempat lainya

Juga jika dilihat dari teori kepemimpinan yang mendefinisikan bahwa kepemimpinan sebagai kemampuan untuk memengaruhi suatu kelompok guna mencapai sebuah visi atau serangkaian tujuan yang di tetapkan, disini juga dijelaskan bahwa sumber pengaruh ini bisa jadi bersifat formal seperti yang diberikan oleh pemangku jabatan manajerial dalam sebuah organisasi karena posisi manajemen memiliki tingkat otoritas yang diakui secara formal (Robbins dan Judge, 2011), perilaki yang terjadi diatas telah sesuai dengan hal tersebut, dimana camat tersebut berhasil memegaruhi bawahanya untuk tidak ikut berdemo dikarenakan jika semua tidak ada di posisi masing-masing maka pelayanan terhadap masyarakat tidak bisa dilakukan, tetapi ia berhasil mempengaruhi beberapa bawahanya agar tetap diposisi masing-masing untuk berlangsungnya sebuah tujuan, yaitu pelayanan kepada masyarakat.

Adapun tindakan dari camat tersebut cukup membuat kesan sikap profesional, sesuai dengan pekerjaan dan tanggung jawab yang dimilikinya sebagai kepala dari beberapa bawahanya agar tetap menjalankan tugas yang sudah sesuai prosedur yang telah sama-sama ditetapkan.

PSIKOLOGI MANAJEMEN, KEPEMIMPINAN, MANAJEMEN, PERENCANAAN ORGANISASI

A. KEPEMIMPINAN

kepemimpinan didefinisikan sebagai kemampuan untuk memengaruhi suatu kelompok guna mencapai sebuah visi atau serangkaian tujuan yang di tetapkan, disini juga dijelaskan bahwa sumber pengaruh ini bisa jadi bersifat formal seperti yang diberikan oleh pemangku jabatan manajerial dalam sebuah organisasi karena posisi manajemen memiliki tingkat otoritas yang diakui secara formal (Robbins dan Judge, 2011)

Terdapat beberapa teori kepemimpinan yakni teori sifat, teori perilaku dan teori kemungkinan,

– Teori Sifat Kepemimpinan (Trait theories of leadership)
teori yang mempertimbangkan berbagai sifat dan karakteristik pribadi yang membedakan para pemimpin dari mereka yang bukan pemimpin, berfokus pada berbagai karakteristik pribadi seorang pemimpin.

– Teori Perilaku (Behavioral theories of ledership)
Teori yang mengemukakan bahwa beberapa perilaku tertentu, membedakan pemimpin dari mereka yang bukan pemimpin, perbedaan antara teori sifat dan perilaku, dalam penerapanya, terletak pada asumsi pokoknya. Teori sifat berasumsi bahwa pemimpin dilahirkan, bukan diciptakan, sedangkan teori perilaku, berasumsi bahwa mereka yang ingin menjadi pemimpin yang efektif, dapat mengikuti program yang dirancang untuk menanamkan pola perilaku pada mereka yang ingin, dengan kata lain pemimpin dapat diciptakan.
– Teori Kemungkinan

1. Model Fielder
Model kemungkinan kepemimpinan pertama yang komprehensif adalah, dikembangkan oleh Fred Fielder, dimana ia menyatakan bahwa kinerja kelompok yang efektif bergantung pada kesesuaian antara gaya pemimpin dan sejauh mana situasi memberikan kendali kepada pemimpin tersebut

2. Teori situasional Hersey dan Blanchard
Sebuah teori kemungkinan yang berfokus pada kesiapan para pengikut. Kepemimpinan yang berhasil dapat dicapai dengan cara memilih gaya kepemimpinan yang baik dan yang benar, penekanan pada para pengikut dalam efektivitas kepemimpian mencerminkan bahwa para pengikutlah yang menerima atau menolak pemimpin tersebut.

B. MANAJEMEN
Manajemen, adalah seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.
Definisi dari Mary Parker Follet ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.
Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal. Dan manajemen itu sendiri belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal.
(http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen Diakses pada : 09-01-2014, 08:28 Pm)
Fungsi manajemen
pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20, ia menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan. Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi tiga,
yaitu:
1. Perencanaan (planning)
adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.

2. Pengorganisasian (organizing)
dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, dan pada tingkatan mana keputusan harus diambil.

3. Pengarahan (directing)
adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha.

C. PERENCANAAN DALAM ORGANISASI

Pengertian Perencanaan , Manfaat Perencanaan dan Jenis Perencanaan dalam organisasi

Struktur organisasi menentukan bagaimana pekerjaan akan dibagi lalu di distribusikan, dan dikoordinasikan secara forlmal, dalam perencanaan struktur organisasi, para manajer perlu memperhatikan enam elemen dalam perencanaan untuk mendisain struktur organisasi mereka

1. Spesialisasi Pekerjaan
Yakni sejauh mana tugas tugas dalam organisasi dibagi-bagi ke dalam beberapa pekerjaan sendiri, Hakikat dari spesialisasi pekerjaan adalah, pekerjaan itu dipecah menjadi sejumlah tahap, dengan masing masing tahapan diselesaikan oleh seorang individu , manfaat perencanaan spesialisasi disini anggota dapat lebih fokus dalam mengerjakan satu bidang dan tidak teralihkan konsentrasinya pada hal yang lain

2. Departementalisasi
Dasar yang dipakai untuk mengelompokan pekerjaan secara bersama sama
Sebagai contoh salah satu cara paling popoler mengelompokan kegiatan berdasarkan fugsinya, tugas yang dijalankan bersama dikoordinasi dalam satu basis, manfaat disini pengelompokan tugas juga dapat memfokuskan kinerja ke satu titik

3. Rantai komando
Sebuah garis wewenang yang tanpa putus membentang dari puncak organisasi kepada eselon paling bawah, manfaat disini ialah koordinasi menjelaskan siapa yang bertanggung jawab kepada siapa, juga dalam hal wewenang yang melekat dalam memberikan perintah untuk dipenuhi

4. Rentang kendali
Jumlah bawahan yang dapat diarahkan oleh seorang manajer secara efisien dan efektif

5. Sentralisasi
Sejauh mana tingkat penganbilan keputusan teerkonsentrasi pada satu titik dalam organisasi.

DAFTAR PUSTAKA

Robbins dan Judge. 2008. Perilaku Organisasi, Edisi Duabelas. Penerbit Salemba Empat: Jakarta.

http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen Diakses pada : 09-01-2014, 22:09

DINAMIKA KEPRIBADIAN

Dinamika Kepribadian

Untuk memahami tingkah laku manusia dan motivasi-motivasinya dengan lebih baik, para psikolog terbagi dalam aliran-aliran pikiran yang berbeda tentang motivasi. Aliran-aliran itu berusaha menjelaskan factor-faktor yang mendorong organism untuk melakukan kegiatan atau perbuatan. suatu kelompok, yang terdiri para psikologi objektif, telah mengajukan “teori kebutuhan tentang tingkah laku” , sedangkan kelompok lain yang pada umumya terdiri dari para ahli klinis atau peara psikologi subjektif percaya akan pendekatan psikodinamik tinkah laku manusia. Pendekatangreen.jpg terakhir ini mengatakan bahwa tinkah laku didorong oleh kekuatan batin yang secara popular dikenal “Kepribadian Mental” meskipun dalam bidang psikologi, pembicaraan yang luas tentang motifasi adalah penting, namun pembicaraan demikian tidak dibutuhkan dalam uraian tentang kesehatan mental. Tetapi supaya pembaca bisa memahami lebih mendalam bahan ini (terutama yang belum mempelajari psikologi umum), sebaiknya disinggung secara singkat tentang pokok dari materi ini.
Beberapa teori dan perinsip-perinsip motivasi menjadi sangat berate bagi orang yang mempelajari ilmu kesehatan mental jika dilihat dalam konteks penyusuaian diri dengan urutan sebagai berikut : motifasi-frustasi dan konflik-tegangan emosi-respon-reproduksi tegangan- akibat-akibat . Hendaknya diigatkan bahwa urutan yang sama juga diikuti dalam belajar untuk mencapai penyesuaian diri yang baik
Masyarakat umum berpendapat bahwa semua tingkah laku memiliki motivasi, tetapi tidak ada kesepakatan mengenai sifat dan jumlah kekuatan yang mengerakan tingkah laku. Motifasi disertai dengan diikuti oleh frustasi dan konflik yang mungkin singkat dan tidak berakibat apa-apa atau berlangsung lama dan mengancam. Situasi ini juga disertai dan diikuti oleh tegangan emosi meskipun untuk sementara menyenangkan, tetapi pada akhirnya harus direduksikan. Tegangan selalu mendorong individu untuk mengadakan respons. Jika peroses tersebut merupakan respon terkondisi, maka respons itu akan diadakan dengaan cepat.

Motivasi
Motifasi merupakan suatu istilah umum yang mencakup tinkah laku yang mencari tujuan dan yang berkembang karna adanya tujuan-tujuan. Atau dapat dikatakan bahwa motivasi adalah proses menggiatkan, mempertahankan, dan mengarahkan tingkah laku pada suatu tujuan tertentu (Hulffman, Vernoy, & Vernoy,1997). Tingkah laku mengarah ini mengarah pada suatu tujuan yang diinginkan, tetapi menjauhi situasi yang tidak menynangkan bagi induvidu yang besankutan.
Semua tingkah laku, entah itu diinginkan atau tidak,normal atau adnormal, adalah hasil dari penyebab-peneybab yang saling terjalin antara yang satu dengan lainya. Dengan kata lain, semua tingkah laku memiliki motivasi. Seorang mahasiswa mungkin memiliki nilai sedang karna intelegensiinya sedang-sedang saja :ia tidak giat belajar: ia lebih suka menggunakan waktunya untuk kegiatan-kegiatan sosial: ia mengalami hambatan emosi selama ujian: ia sakit hati terhadap para dosennya : ia ingin mengeewakan orang tuanya yang mengharapkan supaya anaknya menjadi mahasiswa teladan, sebagainya.

Insting
Pada awal abad ke 20 umumnya orang berangapan bahwa kekutan kekuatan pendorong primer pada tingkah laku manusia adalah insting-insting. Misalnya Mc dougall menyatakan –dalam bukunya an Introduction To Social Psychology pada tahunn 1926 – bahwa kekuatan-kekuatan pendorong yang esensial dari pikiran dantindakan adalah bawaan.ia membuat daftar beberapa insting khusus, seperti pelarian diri,rasa inggin tahu, suka berkelahi, pembiakan keinginan untuk mencapai sesuatu .
Istilah insting telah dipakai denagan berbagai arti. Definisi klasiknya ialah suatu pola tingkah laku yang terorganisasi dan kompleks yang merupakan cirri khas dari mahluk tertentu pada situasi khusus,tidak dipelajaridan tidak berubah. Insting yang didefinisikan seperti ini tidak dipelajari dan tidak berubah. Insting yang didefinisikan seperti tidak ini tidak ada pada manusia atau sekurang kurangnya tidak ada yang diperlihatka secara ilmiah.
Ada beberapa psikologi modern yang tidak mau membuang konsep insting tetapi mengubah definisinya. Misalnya maslow mengumakakan apa yang disebutnya “kebutuhan-kebutuhan instingtif” kebutuhan-kebutuhan ini menurut keyakinanya memiliki dasar insting.

Dorongan (Drive) atau kebutuhan (Need)

Iatilah dorongan (drive) dan kebutuhan (need) telah mengantikan konsep insting lebih tua, dan ,kata yang relative baru ini lebih fleksibel karna jika digabung dengan motif(motive) maka kedua kata tersebut mencakup akibat-akibat belajar dan warisan biologis.
Dorngan (drive) adalah munculnya kecendurunan bereaksi yang menimbulkan kegiatan-kegiatan dan tetap mempertahankan kegiatan-kegiatan itu dalam organisme. Dorongan dibagi menjadi dua macam,yakini dorongan sekunder (primary drives) dan dorongan sekunder (secondary drives). Dorongan primer adalah dorongnan fisiologi dorongan sekunder adalah dorongan sosial.
Kebutuhan (need) merupakan kekurangan yang mengakibatkan ketidak keseimbangan, yang mengacaukan (equilibrium) yang optimal pada individu. Kekurangan ini menimbulkan kegiatan dalam organism. Kebutuhan merupakan satu dorongan untuk bertindak.
Motif (motive)

Kebutuhan seperti dikatakan di atas merupakan suatu kekurangan umum yang menimbulkan suatu motif atau lebih. Motif adalah suatu peroses yang agak sepesifik dan yang telah dipelajari . motif itu diarahkan pada suatu tujuan. Misalnya, seseorang mungkin lapar dan butuh makan. Dan mengerkan tubuhnya untuk membeli makan dan memakannya.
Empat Penjelasan Motivasi

Para psikologi telah memberikan perhatian besar pada masalah yang sangat sulit untuk mengetahui apa saja yang menjadi dorongan-dorongan atau kebutuhan-kebutuhan fundamental. Mereka telah memberikan kepada kita banyak klasifikasi, mulai dari daftar yang dikemukakan Murray yang berjumlah 37 sampai pada apa yang dikemukakan Combss dan sygg yang hanya pada 1 saja. Meskipun selayang pandang tidak ada kespakatan diantara mereka, namun kalu dinikmati dengan baik,kebanyakan pendapat tersebut memliki persamaan. Gambaran singkat mengenai kempat teori tersebut dapat diuraikan dibawah ini.

Sigmun freud
Uraian yang lengkap tentang pandangan Freud telah dikemukakan, tetapi disini hanya ditemukan pa yang dikatakan Freud dalam bukunya Outline of psycoanalyisis karna merupakan buku terakhir dari rinkasan pandangan-pandanganya. Freud adala seorang dualis, ia mendasarkan teori insting-insting dan motifasi, ia mengatakan (1949)
Kemudian,freud mengumakakan jelas bahwa 2 insting. “eros dan insting perusak” , merupakan “pentebab terkahir dari semua kegiatan. Apakah yang dimaksud dengan eros dan insting perusak itu? Eros adalah juga dorongan untuk memelihara diri sendiri.
Sebaliknya, insting perusak merupakan keingginan untuk merusak, bahkan merusak diri sendiri dengan kematian brill menjelaskan bahwa insting hidup atau eros adalah menghasilkan hidup dengan menyatukan partikel-partikel kehidupan atau sel-sel benih, sedangkan funsi insting mati adalah mebuat bahan organic yang hidup berbalik pada keadaan semula tanpa hidup atau anorganik (Brill,1946) freud mengembankan kenyataan yang mengumakakan bahwa individu membatalkan kepuasan langsung nafsu libido untuk menghadiri rasa sakit untuk memperoleh kenikmatan yang lebih besar dari pada waktu yang akan dating.
Freud masih merupakan tokoh yang begitu kontrovrasional sehingga sulit menilai karyanya. Ia telah memberikan sumbangan yang banyak terhadap pemahaman kita mengenai kepribadiaan. Tiga kelemahan dapat diperlihatkan disini. Pertama pandanganya terhadap insting-insting begitu sempit shingga mengunakan konsep sublimasi yang patut diragukan untuk menjelaskan beranekaragam kegiatan manusia . kedua ia terlalu menekankan pentingnya seks, terutama pentingnya pengaruh pengalaman-pengelaman seks awal terhadap factor tingkah laku dewasa.ketiga, ia mengabaikan manusia sebagai organisasi yang memiliki kebutuhan-kebutuhan sosial tetapi hanya hanya menekankan kebutuhan-kebutuhan instingtif dan biologis.

Alfred adler
Ia adalah seorang mahasiswa freud, tetapi pada tahun 1912 ia memisahkan diri dari gurunya dan mendirikan suatu aliran psikologi individu. Adler adalah seorang monis karna ia menekankan perjuangan akan superroritas. Adler berpendapat bahwa hanya ada ada satu dorongan dasar , yakini harsat untuk berkuasa sebetulnya menurut adler , keamana merupakan dorongan dasar sedankan usaha-usaha untuk mencapai superioritas hanyalah sarana untuk mencapai tujuan keamanan lebih lanjut adler, mengatakan bahwa perasaan inferioritas, tidak adekuat, dan tidak aman menentukan tujuan hidup seorang individu (Adler,1927)
Ia berpendapat bahwa keamanan dari bahaya sejak tidak cukup, individu memerlukan batas keselamatan yang mencapai dengan dominasi dan superioritas. Denagan kata laian , perjuangan akan prestasi dan status sesunguhnya merupakan pekembangankebutuhan fundamental akan keamanan.
Menurut Adler perjuangan melawan perasaan- perasaan infenrior dasar tidak aman (istilah-istilah yang kadan-kadang digunakan secara ditukar)mulai pada awal kanak-kanak. Tujuan yang diarahkan oleh kesa-kesan yang diberikan linkungan kepadanya pada masa kanak-kanak.keadaan ideal adalah tujuan setiap manusia munkin sekali terbentuk dalam bulan bulan pertama hidupnya.

Apabila kita bagaimana kita dengan sangat berhasil dapat melawan perkembangan dan perjuangan akan kekuasaan-kejahatan peradaban kita yang palin menojol ini – kita dihadapkan pada kesulitan karna perjuangan ii dimulai ketika anak tidak mudah didekati . orang dapat memulai berusaha memperbaiki dan mejelaskan baru kemudian sekali dalam hidup. Tetapi hidup pada anak pada waktu ini memberikan kesempatan untuk mengembankan perasaan sosialnya sedemikian rupa sehingga perjuangan akan kekuasaan peribadinya menjadi factor yang begitu penting (1927).

Mereka mengatakan bahwa psikologi memiliki dua frame of reference yang umum. Frame of reference yang lebih tua adalah pendekatan eksternal terhadap tingkah laku manusia. Dalam frame of reference ini, para psikolog mengamati subjek-sebjek dalam berbagai situasi dan berusaha menjelaskan tinkah laku subjek-subjek tersebut menurut situasi yang diberi reaksi mereka. Atas dasar observasi-observasi ini ,penybab-penybab tingkah lakuditetapkan untuk segi-segi linkunganyang mendapatkan reaksi subjek-subjek tersebut. Para penulis ini menekankan pentingnya sumbangan-sumbangan mengenai pendekatan ini.
Fenomena adalah suatu istilah teknis untuk metode filsafat yang dimaksudkan kedalam psikologi oleh Hussrel pada tahun 1900. Metode ini menekankan pengalaman langsung dan bentuk pengalaman ini. Medan fenomenal adalah seluruh alam semesta termasuk diri sendiri yang dialami oleh individu pada waktu melakukan tindakan. Kebutuhan menjadi titik fenomenal dari tingkah laku. Kebutuhan merupakan pemeliharaan dan peningkat dirinya fenomenal . diri fenomenal adalah bagian dari medan fenomenal. Tetapi bagaian dari medann fenomenal. Diri yang dialami individu sebagaisuat khas yang khas baginya itulah aku.

Kebutuhan ini memiliki dua ciri khas pokok
Pemeliharaan diri (the maintenance of the self)
Peninkatan diri (the enhancement)

Seperti dikatakan oleh combs dan snygg, medan parseptura setiap orang adalah setabil dan mudah bergerak. Teori motivasi yang dikemukakan Combs and and Snygg mengandung banyak hal yang patut diberi ulusan. Melalui konsep diri fenomenal, mereka berhasil menjalani hubunggan yang sangat penting antara stimulus-setimulus dari situasi luar yang langsung.

Abraham Maslow
Maslow menekankan bahwa individu harus dilihat sebagai suatu keseluruhan dan bukan hanya bagian-bagian. Memang untuk tujuan-tujuan praktis, orang harus berpikir akan kebutuhan-kebutuhan tertentu atau motif-motif khusus, tetapi sebenarnya organisme seluruhnya digerakkan untuk melakukan kegiatan. Dengan demikian, Maslow menekankanbhwa setiap tingkah laku yang dimotivasi dapat memuaskan banyak kebutuhan sekaligus. Maslow mengemukakan konsep , “hierarki prapotensi”, yang berarti bahwa suatu kebutuhan yang tingkatnya lebih tinggi tidak bisa muncul sebelum kebutuhan yang lebih prapoten dipuaskan. Terdapat lima kebutuhan menurut Maslow yaitu; fisiologis, keamanan, cinta dan memiliki, penghargaan, dan aktualisasi diri. Sebelum seseorang dapat memuaskan kebutuhan aktualisasi diri, ia harus memenuhi empat kebutuhan yang berada pada tingkat yang lebih rendah, yaitu:
1. Kebutuhan Fisiologis
Kebutuhan dasar yang memepertahankan kesejahteraan fisik dan untuk memuaskan tegangan-tegangan yang disebabkan oleh rasa lapar, haus, letih, seks, stres, sakit fisik, dan kurang tidur.
Ketika seseorang merasa lapar, ia akan mengatur semua kapasitas badannya untuk memuaskan rasa lapar, dan keinginan untuk memebli sepatu batu atau sebuah mobil baru adalah sekunder. Orang yang lapar hanya berpikir tentang makanan.
2. Kebutuhan Akan Rasa Aman
Kebutuhan ini muncul apabila kebutuhan fisiologis telah terpenuhi. Semua kapasitas individu mungkin terorganisasi untuk melayani tujuan-tujuan akan rasa aman, termasuk rasa aman dari kekuatan-kekuatan destruktif dan dari ancaman-anacaman, dari luka-luka.
Seorang anak dengan penuh ketakutan akan berpegang teguh pada orang tuanya justru memeperlihatkan peranan orang tua sebagai pelindung. Anak-anak mencari suatu lingkungan yang aman, tertib, teratur dan dapat diramalkan serta dilindungi dan dijaga oleh orang tua.
3. Kebutuhan Akan Cinta dan Memiliki
Kebutuhan ini muncul apabila kebutuhan fisiologis dan rasa aman telah terpenuhi. Kebutuhan akan cinta sangat terasa apabila kekasih, istri, suami, atau anak-anak tidak ada.
Kebutuhan akan cinta bisa terungkap dalam keinginan akan teman-teman atau dalam keinginan akan hubungan-hubungan efektif dengan orang lain. Kebutuhan akan memiliki terlaksana apabila kita menggabungkan diri dengan suatu kelompok atau perkumpulan, menerima nilai-nilai dan sifat-sifat atau memakai pakaian seragamnya dengan maksud supaya merasakan perasaan memiliki.
4. Kebutuhan Akan Penghargaan
Sebuah penghargaan dibutuhkan oleh seseorang ketika tiga kebutuhan sebelumnya telah terpenuhi. Menurut Maslow kebutuhan ini terbagi menjadi dua: penghargaan yang berasal dari orang lain dan penghargaan terhadap diri sendiri.
Penghargaan dari luar dapat berdasarkan reputasi, kekaguman, status, popularitas, prestise, atau keberhasilan dalam masyarakat, semua sifat dari bagaimana orang-orang lain berpikir dan bereaksi terhadap kita. Kita haru mengetahui kebaikan dan kelemahan yang ada dalam diri kita, agar memiliki perasaan harga diri yang sejati.
5. Kebutuhan Akan Aktualisasi Diri
Kebutuhan ini adalah yang paling tinggi dan muncul ketika kebutuhan-kebutuhan sebelumnya terpuaskan. Kebutuhan ini diungkapkan oleh guru ketika ia mengajar, seniman ketika ia melukis, pemusik ketika ia memainkan alat musiknya, dokter ketika ia menyembuhkan penyakit, ibu rumah tangga ketika ia berhasil mengelola kehidupoan rumah tangganya.
Dibawah ini akan ditampilkan contoh macam-macam kepuasan kebutuhan yang di anggap cocok untuk berbagai tingkat perkembangan.

BAGAN 1
PERTUMBUHAN MENUJU KEMATANGAN DALAM MEMUASKAN KEBUTUHAN-KEBUTUHAN DASAR
KEPUASAN AKAN KEBUTUHAN-KEBUTUHAN BIOLOGIS
TINGKAT
KEPUASAN
KEBUTUHAN AKAN PERASAAN ENAK
KEBUTUHAN AKAN HIDUP
KEBUTUHAN SEKSUAL
MASA BAYI
Dijaga supaya tetap kering dan hangat. Tidur jika perlu. Kegiatan otot menendang dan memukul-mukul tangan.
Memuaskan segera rasa lapar berdasarkan tuntutan.
Menyusu (menghisap) dan eliminasi.
AWAL MASA KANAK-KANAK
Tidur menurut jadwal tetap. Kegiatan fisik dengan menggunakan otot-otot besar.
Kepuasan akan rasa lapar mungkin ditangguhkan. Mulai memiliih makanan yang disukai. Kebiasaan sosial menjadi penting.
Kenikmatan pada mulut dan dubur, masntrubasi, ingin tahu tentang seks.
MASA KANAK-KANAK
Sangat giat dan menggunakan otot kecil dan besar. Istirahat sering kali harus dipaksakan.
Makan bertambah. Makanan yang diinginkan bervariasi.
Kenikmatan pada mulut dan dubur berkurang. Kegiatan heteroseksual dilakukan dengan bermain. Lekat pada kehidupan seks sendiri
AAWAL MASA REMAJA
Pola-pola tidur mulai mirip orang dewasa. Senang latihan fisik (gerak badan) mencari petualangan.
Dorongan untuk makan semakin kuat; selera makan mulai rewel; kebiasaan kesehatan menjadi penting.
Tertarik pada lawan jenis. Mulai menggoda-goda, berlanjut dengan kencan. Tertarik pada alat-alat kelamin. Masntrubasi mungkin muncul lagi
MASA DEWASA
Masa-masa kerja diimbangi dengan istirahat, rekreasi dan bersantai-santai yang memadai.
Kebiasaan yang menyangkut makanan dan kesehatan rutin yang dirasa memuaskan.
Kegiatan heteroseksual yang memuaskan atau sublimasi dorongan seks.

BAGAN 2
PERTUMBUHAN MENUJU KEMATANGAN DALAM MEMUASKAN KEBUTUHAN-KEBUTUHAN DASAR.
KEPUASAN AKAN KEBUTUHAN-KEBUTUHAN BIOLOGIS
TINGKAT KEMATANGAN
ANTAR PRIBADI
KEDUDUKAN DALAM KELOMPOK
PERKEMBANGAN
MASA BAYI
Dipegang, digoyang-goyang, dan diajak bermain.
Tidak ada, sangat egoistik.
Menuntut perhatian terhadap tangisan. Ingin digoyang-goyang, dipegang, ingin diperhatikan secara verbal dan fisik.
AWAL MASA KANAK-KANAK
Orang tua dan anggota keluarga memperlihatkan cinta secara verbal dan fisik.
Melalui kelompok keluarga di mana dia merasa aman dan memiliki tempat tertentu.
Manipulasi hal-hal ; bermain dengan berkhayal; tidak mau campur tangan dari orang dewasa; mengerjakan tugas-tugas dimana ia merasa siap untuk melakukannya (berbicara, berjalan, dan sebagainya).
MASA KANAK-KANAK
Kasih sayang orang tua penting, tetapi kadang tidak mau diperlihatkan secara fisik. Kawan sesama jenis dipilih untuk hubungan yang akrab.
Keamanan dalam keluarga masih dibutuhkan, tetapi status dalam kelompok sebaya mulai dianggap penting.
Senang bermain dalam regu. Memulai kegiatan fisik dengan prakarsa sendiri. Rasa ingin tahu bertambah dan prestasi dalam pertumbuhan mental penting.
AWAL MASA REMAJA
Harus kelihatan, berbicara dan berbuat seperti kawan-kawan akrab. Sering bentrok dengan kawan-kawan sebaya dan orang-orang dewasa.
Status di kelompok sosial lebih penting daripada status di rumah. Ingin memperoleh hak-hak khusus orang dewasa di rumah.
Ingin akan otonomi. Kekuasaan orang dewwasa ditentang. Ingin supaya prestasinya dihargai. Berusaha bebas dari rumah, tetapi membutuhkan keamanannya. Mencari uang menjadi penting.
MASA DEWASA
Telah memilih kawan-kawan dan bebrapa sahabat yang benar-benar dipercayai. Hubungan intelektual atau percakapan memuaskan. Kawin, mencintai dan dicintai.
Status dalam kelmopok keluarga dan kelompok-kelompok sosial dan pekerjaan-pekerjaan di luar rumah.
Mengatur diri sendiri dan berdiri sendiri (otonomi) secara ekonomis dan personal. Pengalaman-pengalaman kerja yang memuaskan. Pengakuan terhadap prtestasi, terutama opleh keluarga dan teman-teman.

FRUSTASI DAN KONFLIK
Frustasi dan konflik adalah pengalaman-pengalaman individual yang merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Keduanya berhubungan erat dengan pemenuhan-pemenuhan kebutuhan manusia, dan mengganggu ungkapan-ungkapan normal dari kecenderungan motivasi manusia. Tetapi frustasi dan konflik itu sendiri tidak selalu buruk karena yang menjadi persoalan ialah bagaimana seseorang menghadapinya dan tindakan yang diambil untuk memecahkannya.
Frustasi
Suatu perasaan yang muncul karena terjadinya hambatan dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan atau menyangka bahwa akan terjadi sesuatu hal yang menghalangi keinginan untuk mencapai kebutuhan-kebutuhan itu.Ada dua sumber utama frustasi: sumber yang berasal dari luar (situasi-situasi dari luar) dan sumber yang berasal dari dalam (dinamika batinian orang itu sendiri).
A. Faktor Eksternal
Sumber frustasi yang berasal dari luar individu tidak dapat dihindari. Terdapat beberapa contoh sumber frustasi yang berasal dari luar, yaitu:
1. Adat kebiasaan atau peraturan-peraturan masyarakat yang membendung kebutuhan-kebutuhan dan keinginan-keinginan individu,
2. Hal-hal yang mengganggu, lebih-lebih yang berhubungan dengan kepentingan-kepentingan dan cara-cara hidup individu yang sudah biasa, dan
3. Kondisi-kondisi sosio-ekonomis yang menghalangi pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dasar jasmaniah individu.

B. Faktor Internal
Frustasi yang berasala dari dalam mungkin disebabkan oleh faktor-faktor fisik dan perbedaan-perbedaan intelektual. Faktor faktor fisik mungkin berupa rintangan-rintangan organik atau penyakit. Apabila orang berbeda secara fisik dengan orang lain, maka ia mudah sekali kena beberapa bentuk frustasi. Perbedaan intelektual juga dapat menjadi sumber frustasi. Di dalam ruangan kelas kita kecewa apabila kita tidak mampu bersaing dengan orang lain. Demikian juga anak-anak yang sangat pandai akan mengalami frustasi apabila mereka mendapat tugas-tugas yang terlalu mudah.

· KEMATANGAN EMOSI
Kontrol emosi bukan berarti emosi yang ada harus di tekan, atau bahkan tidak diungkapkan. Akan tetapi disini lebih ditekankan pada melatih emosi dengan cara mengubah ekspresinya dan disalurkan melalui saluran-saluran yang berguna dan dianggap baik. Agar efektif latihan ini sebaiknya dimulai pada masa kanak-kanak, berbagai cara untuk mengontrol emosi antara lain: mempelajari arti dan menggunakan secara efektif keadaan santai baik mental maupun fisik, dan berusaha memperoleh keterampilan-keterampilan dan kecakapan supaya dapat kepercayaan diri, menangguhkan dan meninjau kembali respons emosi sampai muncul kesempatan yang lebih cocok, memperoleh penilaian diri yang lebih realistic tentang kemampuan-kemampuan dan kelemahan-kelemahan supaya dapat menghadapi kenyataan.
Kematangan emosi mengacu pada kapsitas seseorang untuk bereaksi dalam berbagai situasi kehidupan dengan cara-cara yang lebih bermanfaat dan tidak bereaksi kekanak-kanakan. Ciri kematangan emosi dapat diutarakan diutarakan sebagai berikut: (1) mampu menangguhkan dan mengontrol emosi, (2) mampu memberikan repons emosional yang adekuat sesuai dengan tingkat perkembangan seseorang, (3) mampu menerima frustasi terhadap situasi-situasi yang menimbulkan frustasi tanpa bereaksi terhadapnya secara emosional, dan (4) mengembangkan sikap yang fleksibel dan kemampuan menyesuaikan diri dengan kadar yang lebih tinggi terhadap perubahan-perubahan yang tidak dapat dihindarkan.

RESPONS
Manusia mewarisi kapasitas untuk belajar. Ia tidak mewarisi pola-pola tingkah laku, kecuali refleks-refleks sederhana, mewarisi otak tetapi tidak mewarisi informasi atau asosiasi-asosiasi mental. Mewarisi potensi-potensi untuk adaptasi tetapi tipe mekanisme penyesuaian diri yang digunakanya bergantung pengalaman yang dimilikinya. Untuk mewarisi kemampuan berbahasa ia dapat mempelajarinya. Untuk mewarisi berpikir matematik, ia dapat mempelajari ilmu matematika, aljabar, atau geometri. Untuk mewarisi kemampuan mengembangkan pola-pola tingkah laku emosional dan sosial, ia dapat mempelajari kepercayaan, control dan konformitas, atau menjadi antisosial.
Seorang individu tidak hanya membuat, tetapi ia juga berbuat sesuai dengan sifat kepriadianya. Meskipun kepribadian seseorang senantiasa berubah, namun ia selalu tetap menjadi dirinya dan bukan menjadi orang lain.
Kita mengetahui bahwa manusia itu belajar dan kita mengetahui banyak kondisi yang mempermudah belajar. Kita memiliki informasi bagamaimana kita belajar. Dan kita mengetahui banyak kondisi yang mempermudah belajar. Tetapi kita hanya sedikit mengetahui tetang apa yang terjadi dalam system saraf selama proses belajar. Baik neurolog maupun psikolog fisiologi tidak dapat memberikan jawaban-jawaban yang rinci terhadap pertanyaan bagaimana terjadinya belajar. Tentu mereka akan memberikan jawabanya kepada kita pada suatu saat yang akan datang. Tetapi karena belajar merupakan suatu proses, maka dapat dipelajari dengan baik walaupun sama sekali tidak memahami daasar strukturalnya.

· Respons Terkondisi
Dipermulaaan abad ke-20, Pavlov, seorang psikolog Rusia, memperhatikan bahwa anjing yang dipakainya dalam percobaan mengadakan respons dengan air liur mengalir tidak hanya pada makanan yang diberikan melainkan juga kepada stimulus-stimulus subtitusi, seperti pemberi makanan atau suara langkah kaki yang mendekatinya.
Akhirnya, suatu respons terkondisi bisa terbentuk, yakni anjing itu mengadakan respon dengan mengeluarkan air liur terhadap bunyi bel itu. Suatu stimulus yang secara biologis tidak adekuat telah menghasilkan respons serupa yang secara khas meripakan hasil dari stimulus yang secara biologis adekuat.
Bahwa pengondisian itu terjadi pada manusia merupakan hal yang biasa dan dapat diamati. Kita sering mengalami mulut kita pennuh air liur ketika menunggu makanan yang enak. Bayi belajar mengadakan repons pada waktu ia melihat sebuah botol karena dalam pikiranya botol itu berhubungan dangan susu.
Watson berhasil dalam mengondisikan seorang anak supaya takut akan seekor tikus putih. Ketika tikus itu pertama kali muncul, anak itu tidak memperlihatkan rasa takut tetapi ia mangulurkan tanganya untuk menyentuh tikus putih ketika disodorkan kepadanya, kemudian sebuah palang baja ditempatkan di belakang anak itu dan ketika ia kembali ingin menggapai tikus itu, palang dipukul keras sehingga menimbulkan suara keras dan sampai pada percobaan kedelapan, palang tidak dipukul tetapi anak itu telah dikondisikan sedemikan rupa hingga ia merespons terhadap tikus itu dengan menarik diri dan menangis, ketakutan terhadap suara dari palangyyang dipukul itu telah diasosiasikan dengan tikus itu. Ia sekarang bereaksi secara emosional terhadap stimulus subtitusi itu.

Menghilangkan Respons Terkondisi
Suatu respons terkondisi dapat menjadi tak terkondisi. Suatu cara yang biasa ialah membuat situasi dimana objek ketakutan itu diasosiasikan dengan pengalaman yang menyenangkan. Juga dapat dihilangkan dengan mengulang stimulus buatan tanpa memberikan hadiah bagi respons tersebut
Pengalaman-pengalaman traumatis
Dalam mempelajari kecemasan dan kecemasan yang ada pada sumber langsung dari gangguan tingkah laku fungsional – individu yang telah mengalami suatu trauma, yang merupakan stimulus tak terkondisi memberikoan respons pada trauma itu. Suatu pengalaman traumatis adalah guncangan emosional yang sekurang kurangnya untuk sementara orang itu hanya melihat sedikit kesempatan untuk mempertahankan keamanannya. Seseorang yang telah mengalami trauma, yang diberinya respons dengan kecemasan yang luar biasa dan kemudian ditambah lagi dengan disorganisasi emosional, mungkin menjadi bingung dalam mengalami penyebab-penyebab actual dari pengaruh-pengaruh itu. Stimulus-stimulus yang berasosiasi menjadi Stimulus-stimulus terkondisi dan dengandemikian cukup berpotensi untuk membangkitkan kecemasan atau bahkan respons ketakutan.

Insight (Pemahaman)
Para psikolog Gestalt mendefinisikan insight sebagai persepsi tentang suatu arti secara tiba-tiba tanpa ada kaitanya dengan pengalaman sebelumnya. Insight adalah melihat hubungan-hubungan baru, mengatur kembali factor-faktor yang terus menerus ada ke dalam suatu pola yang baru . kecepatan untuk mencapai insight berbeda-beda tergantung pada kesulitan masalah, semakin tinggi tingkat kesulitan maka semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai Insight, dalam psikoterapi Insight dapat membantu seorang terapis untuk melihat apa masalah yang sebenarnya.
Perkembangan Insight berkaitan erat dengan hadiah dan hukuman. Bila insight yang diterapkan dapat memberikan hadiah bagi orang yang membuatnya dalam suatu hal, maka ia akan meneruskan hal yang telah diperbuatnya itu begitu juga sebaliknya jika yang didapat adalah sebuah hukuman yang didapat, maka ia akan menghentikan hal itu.

Belajar Uji Coba
Dalam belajar uji coba (Trial and error learning), orang yang belajar berusaha melakukan berbagai gerakan, rupanya secara serampangan dan tidak mengenal hubungan antara gerakan-gerakan itu dengan hasil-hasil yang ingin dicapai, gerakan yang berhasil ialah yang sering diulangi dalam percobaan-percobaan berikutnya dan gerakan yang salah lambat laun hilang.
Dalam belajar coba-coba seperti dalam insight, tingkat kesulitan dari masalah bagi subjek yang memecahkanya adalah penting. Apabila masalahnya sangat sederhana, langkah pertama mungkin merupakan respons yang tepat. Misalnya orang dewasa diberikan teka-teki yang berlaku untuk anak kecil mungkin akan berhasil dalam sekali coba. Tetapi jika diberikan tingkatan rumit, mungkin akan membuat banyak langkah untuk menemukan jawaban yang tepat.
REDUKSI TEGANGAN
Hendaknya diperhatikan dalam penyesuaian diri sesudah motivasi dan frustasi serta/konflik adalah tegangan emosi. Apabila tegangan emosi itu ada, maka individu berusaha untuk mereduksikanya. Kebanyakan yang terjadi pada akirnya ia mengadakan respons yang membawa hasil yang diinginkanya. Penyesuaian diri telah dilakukan dan kegiatan yang bermotivasi berakhir. Penyesuaian diri dapat didefinisikan sebagau reduksi tegangan. Penyesuaian diri ini mungkin bukan penyesuaian diri yang baik dalam arti bahwa tingkah laku yang dipilih dapat diterima atau diinginkan masyarakat atau penyesuaian diri tersebut diinginkan oleh individu karena memberikan perasaan lega dalam jangka waktu lama.

AKIBAT-AKIBAT
Tahap terakhir dalam urutan diri adalah akibat-akibat yang berkaitan dengan masa yang akan datang dan juga masa sekarang karena individu-individu cenderung mengulangi respons-respons yang mereduksikan tegangan. Sekarang ada suatu faktor yang harus diperhitungkan apabila individu mengadakan respons-respons teradap penyesuaian-penyesuaian diri yang baru, yakni “hokum akibat” , atau apa yang dinamakan Hull, “hukum kekuatan primer” (the law of reinforcement)

Hukum Akibat
Seperti yang telah di kemukakkan, hukum akibat memberi penekanan yang sama terhadap hadiah dan hukuman. Tetapi, percobaan-percobaan yang dilakukan kemudian menunjukan bahwa akibat-akibat dari keduanya terhadap hadiah dan hukuman menunjukan bahwa akibat-akibat dari keduanya sama sekali tidak sama karena hadiah jauh lebih berpengaruh. Ini tidak dikatakan bahwa hukuman tidak berakibat pada belajar. Ada akibatnya, tetapi tidak langsung daripada yang dipikirkan semula.
Meskipun hadiah lebih efekif daripada hukuman dalam mempengaruhi arah tingkah laku, namun faktor waktu tidak boleh diabaikan dalam menilai potensi yang relative dari kedua stimulus ini. Hukuman langsung mungkin akan lebih berpengaruh terhadap tidakan yang diambil dibandingkan dengan hadiah yang ditunggu lama. Demikian juga sebaliknya, hadiah langsung mungkin akan lebih berpengaruh terhadap tindakan yang diambil dibandingkan dengan hukuman yang di tunggu lama. Faktor waktu dalam hadiah dan hukuman sangat penting dalam pendidikan anak dan juga dalam memahami tingkah laku neurotik.

MEKANISME-MEKANISME PERTAHANAN DAN PENYESUAIAN DIRI
Tipe tingkah laku yang dinamakan mekanisme-mekanisme pertahanan pada mulanya dikenal sebagai mekanisme-mekanisme pertahanan ego yang dikemukakan Freud dan pengikutnya. Kemudian cara-cara yang sama untuk bertindak digambarkan sebgai teknik-teknik dasar penyesuaian diri. Mungkin mekanisme-mekanisme ini dapat diistilahkan dengan pelindung-pelindung konsep diri (self-concept). Walaupun mekanisme-mekanisme ini diberi sebutan yang berbeda-beda tetapi umum menerima bahwa mekanisme-mekanisme ini merupakan cara-cara berharga yang digunakan individu untuk mengungkapkan tindakan-tindakanya.

MEKANISME-MEKANISME PERTAHANAN
Ciri-ciri Khas Mekanisme-Mekanisme Pertahanan
Untuk memahami mekanisme-mekanisme pertahanan, cara bagaimana digunakan, dan hasil-hasilnya, maka akan lebih berguna apabila diperhatikan hal-hal berikut.
Mekanisme-Mekanisme Pertahanan adalah Tingkah Laku-Tingkah Laku Normal
Dalam batas-batas tertentu, mekanisme-mekanisme pertahanan ini digunakan oleh setiap orang.

Hipotesis Frustasi-Agresi
Frustasi mengakibatkan agresi yang mungkin diarahkan kepada orang-orang yang telah menyebabkan frustasi pada substitusi, atau jug diarahkan kedalam, yakni pada diri sendiri. Dollard dengan kawan-kawannya (Dollard, et al., 1939) mengemukakan dalil sebagai berikut:
“.. terjadinya tingkah laku yang agresif selalu mengandalkan adanya frustasi dan sebaliknya adanya frustasi selalu menyebabkan suatu bentuk agresi. Dari observasi sehari-hari rupanya masuk akal kalau dikatakan bahwa tingkah laku agresif dengan berbagai macam bentuk biasanya dikenal selalu dapat ditelusuri dan disebabkan oleh suatu bentuk frustasi. Tetapi tidak begitu segera kelihatan bahwa bilaman saja terjadi frustasi maka tidak bisa tidak akan terjadi agresi dengan macam dan tingkat tertentu. Pada banyak orang dewasa dan bahkan anak-anak, frustasi mungkin diikuti oleh sikap yang jelas dan begitu cepat menerima situasi dan dapat menyesuaikan diri kembali sehingga orang sia-sia mencari kriteria yang relatif kasar dan biasanya dianggap sebagai yang memberi ciri khas pada perbuatan yang agresif. Tetapi harus diingat bahwa salah satu pelajaran paling awal yang dipelajari manusia sebagai akibat dari kehidupan sosial adalah menekan dan menahan reaksi-reaksi yang terang-terangan agresif. Tetapi ini tidak berarti bahwa kecenderungan-kecenderungan reaksi seperti itu dengan demikian dihilangkan, melainkan telah ditemukan bahwa reaksi-reaksi itu tidak dilenyapkan meskipun untuk sementara ditekan, ditunda, disembunyikan, dipindahkan atau dibelokkan dari tujuannya yang langsung dan egois.”
Agresi langsung adalah cara yang normal untuk mempertahankan harga diri apabila mengalami frustasi. Jika seorang anak laki-laki ditempat bermain diolok-olok oleh teman sekelasnya, maka sangat wajar kalau ia berusaha mempertahankan statusnya dengan memukul roboh temannya itu. Tetapi kalau ia takut memberikan respons secara langsung seperti itu, maka frustasi-frustasi yang dialaminya disekolah mungkin disalurkan melalui tingkah lakunya yang agresif dirumah. Ia mungkin menjadikan adiknya sebagi sasaran pelampiasan dan memukulnya keras-keras atau mungkin ia bertingkah laku dengan memberontak terhadap orang tuanya. Ia berpendapat bahwa ia harus sesuatu untuk meredakan tegangan yang disebabkan oleh frustasi-frustasi yang telah dialaminya dalam situasi lain.

Toleran terhadap Frustasi
Toleransi terhadap frustasi adalah kemampuan individu untuk menahan penundaan, rintangan, atau konflik tanpa menggunakan tingkah laku yang tidak dapat menyesuaikan diri atau menderita disorganisasi kepribadian (Leher & Kupe, 1955).
Suatu situasi yang menyebabkan frustasi juga akan berbeda-beda artinya bagi kita tergantung pada apakah kita berpendapat bahwa hal itu disebabkan oleh beberapa pengaruh dari luar yang kurang atau sama sekali tidak dapat dikontrol, atau apakah kita berpendapat bahwa kita sendirilah yang telah menyebabkan munculnya frustasi dengan perbuatan-perbuatan kita sendiri. Jika kita datang terlambat kesekolah mungkin sekali kita meras jauh lebih enak apabila penyebab dari keterlambatan kita itu adalah kemacetan lalu lintas dan bukan karena bangun terlambat. Jika penyebab dari peristiwa yang menimbulkan frustasi itu adalah pengaruh dari luar yang bukan tanggung jawab kita, maka kita tidak merasa bersalah mengenai peristiwa tersebut.

Konflik
Konflik sama seperti frustasi merupakan pengalaman individual dan selalu menimbulkan tegangan emosi. Konflik adalah tegangan dalam diri kita apabila kita berusaha mencapai keputusan yang memuaskan terhadap situasi-situasi yang sama tidak menariknya. Atau dapat juga dikatakan keadaan jiwa yang tegang sebagi akibat dari bentrokan antara motivasi-motibasi yang bertentangan. Pengaruh konflik pada tingkah laku akan tergantung pada kekuatan konflik-konflik itu sendiri dan juga pada tipe kepribadian yang dimiliki seseorang. Orang yang neurotik tidak mampu mengatasi konflikny sekalipun konflik itu kecil. Tetapi orang yang normal akan menemukan cara-cara untuk memecahkan konflik-konfliknya melalui pertimbangan yang cerdas terhadap masalah-masalahnya.
Psikoanalisis menekankan pentingnya konflik-konflik dalam kehidupan seorang individu. Kekuatan yang terlibat dalam konflik itu disebut id, ego, superego. Menurut Freud, Id tidak memliki organisasi dan kesatuan kemauan, ia hanya memiliki impuls untuk mencapai kepuasan akan kebutuhan-kebutuhan instingsif sesuai dengan prinspi kenikmatan. Id tidak mengetahui nilai, yang baik dan yang buruk, moralitas. Sebaliknya superego didefinisikan Freud sebagai wakil dari semua larangan moral, penyokong impuls kearah kesempurnaan, pendeknya seperti kita pahami secara psikologis tentang apa yang disebut orang hal-hal yang lebih tinggi dalam kehidupan manusia.
Id dan superego selalu berperang. Akibatnya pasti akan terjadi bencana kalau tidak ada ego yang bertindak sebagai perantara.
“Setiap gerakannya diawasi oleh superego yang keras itu yang menghambat norma-norma tingkah laku tertenut. Tanpa memperhatikan beberapa kesulitan yang berasal dari Id dan dunira luar dan apabila norma-norma ini tidak diikuti, maka ia menghukum ego dengan perasaan bersalah. Dengan demikian karena didorong terus oleh id dikepung oleh superefo dan ditolah oleh kenyatan, maka ego berjuang untuk melakukan tugas ekonomisnya dalam mereduksikan kekuatan-kekuatan dan pengaruh-pengaruh yang bekerja didalamnya dan terhadapnya supaya tercapai semacam keselarasan dan kita dapat memahami dengan baik apa sebabnya kita bergitu sering tidak dapat menahan keluhan “Hidup itu tidak mudah” apabila ego terpaksa mengakui kelemahannya, maka ia mendapat kecemasan, kecemasan terhadapa kenyataan dalam berhadapan dengan dunia luar, kecemasan moral dalam berhadapan dengan superego, dan kecemasan neurotk dalam berhadapan dengan nafsu-nsfsu dari id” (Freud, 1933).

Konflik Mendekat-Mendekat
Dalam konflik ini seseorang berhadapan dengan masalah memilih antara dua tujuan positif. Biasanya ini bukan merpuakan tugas yang sangat sulit, dan tegangan emosi yang terjadi disini kecil. Suatu contoh dari konflik yang sederhana ini misalahnya, seorang siswa pada hari libur harus memutuskan apakah pergi berenang kepantai atau ketaman impian jaya ancol.

Konflik Menjauh-Menjauh
Konflik semacam ini biasanya lebih hebat dari pada konflik mendekat-mendekat. Individu sekarang terperangkap dalam situasi dimana harus memlih antara dua atau mungkin juga lebih rangkaian tindakan yang negatif. Karena adanya ancaman dalam situasi demikian, maka ia mungkin tidak berbuat apa-apa atau mencarai cara untuk melarikan diri. Biasanya kalau ia tidak berbuar apa-apa untuk memecahkan konflik itu, maka ancaman tetap ada dan tegangan meningkat. Mungkin tidak lama kemudian ia menemuikan cara untuk melarikan diri, yang mungkin bersifat konstruktif atau destruktif, normal atau abnormal.

Konflik Mendekat-Menjauh
Karena sifatnya yang khas, konflik ini sangat serius dari semua konflik yang lain. Ini benar apabila konflik ini berkisat pada hubungan seseorang dengan orang lain yang menarik, tetapi juga menjijikkan. Ia mungkin tertarik kepada orang lain karena ketergantungan, afeksi atau bahkan karena cinta, tetapi sekaligus juga orang itu menjijikkannya karena sifat-sifat kepribadiannya, atau lebih hebat lagi karena takut atau benci. Apabila seseorang sangat tertarik kepada objek atau individu yang ditakuti atau dibenci, maka tegangan dalam orang itu makin hebat.

Konflik Ganda Mendekat-Menjauh
Konflik ini sangat kompleks karena orang harus memilih beberapa langkah tindakan berberda yang masing-masing memiliki aspek-aspek positif dan negatif. Setiap alternatif mengandung hal-hal yang baik dan hal hal yang buruk. Orang yang mengalami konflik seperti ini sekaligus ditarik dan didorong kebeberapa arah. Orang itu terperangkap dalam kesulitan, kebinguan dan perasaan-perasaan ambivalen. Keputusan yang jelas untuk tetap tinggal atau bergerak tidak mungkin. Orang mengalami kepuasan, tetapi sekaligus juga mengalami ketidak puasan dan kekecewaan.

TEGANGAN EMOSI
Tegangan emosi adalah suatu perasaan tertekan atau menggelisahkan. Tegangan emosi merupakan respons badaniah terhadap frusitasi-frustasi atau konflik-konflik yang dialami individu selama selang waktu antara motivasi dan respons yang berhasil. Oleh karena itu, tegangan emosi mempertahankan motif yang ada pada saat itu, dan berfungsi sebagai dorongan untuk menemukan pemecahannya.

Emosi-Emosi yang Ringan
Emosi-emosi yang ringan berupa perasaan-perasaan suasana hati, minat, sikap, dan prasangka. Emosi-emosi yang ringan ini hanya berberda dalam derajatnya denganemosi yang kuat. Bentuk-bentuk emosi yang ringan ini juga mempengaruhi tingkah laku dengan mengurangi atau meningkatkan kapasitas individu untuk melakukan sesuatu secara efektif.
Minat adalah keadaan semosi yang ringan disertai beberapa tegangan yang menggerakkan tingkah laku. Apabila bergabung dengan perasaan yan gmenyenangkan, amaka minat akan meningkatkan produktivitas dan efektivitas seseorang. Minat juga merupakan prasyarat yang penting untuk belajar. Sikap adalah disposisi yang diperlihatkan individu dan yang menunjukkan pendapat atau perasaan.

Perubahan Fisiologis yang Menyertai Emosi
Gangguan-gangguan fisiologis yang menyertai emosi bersifat tidak disengaja dan tidak berada dalam kontrol ketika mempengaruhi fungsi dari struktur-struktur internal (yang terdapat dalam individu). Ada bermacam-macam perubahan fisiiologis yang terjadi bersamaan dengan emosi.
Gangguan-gangguan yang berbeda-beda dalam fungsi fisiologis apabila diperkuat dengan gangguan emosi yang kronis dapat menyebabkan banyak penyakit fisik, misalnya peptic ulcer, radang usu besar, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, mengompol, dan eksim.

Perkembangan Emosi
Pengalaman-pengalaman emosi anak merupakan faktor-faktor dasar dalam pembentukan kepribadiannya. Sebagai seorang bayi, dunianya begitu terbatas dan sagat banyak berurusan dengan hal hal yang berada didekatnnya dan yang segera memuaskan kebutuhan-kebutuhannya. Bayi senang kalau digoyang-goyang dan dipeluk, mendapat makanan dan meghisap jempol dan perasaan lain yang bersifat fisik. Boleh dikatakan respons-respon emosinya berpusat disekitar kebutuhan-kebutuhan fisik serta kepuasan-kepuasannya. Apabila kebutuhannya tidak dipenuhi makan ia segera memperlihatkan perasaan tidak senangnya.

Aam Syuhada (10512003)
Anggi Christy (10512904)
Inka Noviansyah (13512734)
Kms.M.Hasan (14512113)

BRAINSTORMING, SEJARAH KOMUNITAS ONLINE, KELOMPOK UNIK DAN POLARISASI INTERNET

BRAINSTORMING KELOMPOK KERJA DAN ELEKTRONIK

Brainstorming adalah sebuah kelompok atau teknik kreativitas individu dimana upaya yang dilakukan untuk menemukan kesimpulan untuk masalah tertentu dengan mengumpulkan daftar ide spontan disumbangkan oleh anggotanya.( http://en.wikipedia.org/wiki/Brainstorming)

Variasi dari brainstorming :

Nominal group technique

Patrisipan diminta untuk menuliskan apapun ide mereka dengan tanpa identitas siapa yang menulis ide tersebut, kemudian seorang fasilitator yang mengumpulkan ide tersebut menyerahkan pada group pencari ide tersebut yang memilih id mana yang dipilih, dengan cara mengacungkan tangan bila menyetujui salah satu dari pada ide-ide tersebut. Proses ini disebut juga dengan distillation/penyulingan.

Group passing technique

Cara ini meliputi masing-masing orang pada satu group lingkar mencatat satu ide pada sebuah kertas, kemudian kertas ini berjalan melewati satu demi satu anggota dengan terlebih dahulu menuliskan ide-ide mereka baru setelahnya kertas itu di berikan kepada orang lain untuk menambahkan ide lain menurut dirinya masing masing.

Team idea mapping method

Metode ini mengasosiasikan dari pada brainstroming itu sendiri, cara ini memungkinkan untuk meningkatkan kerjasama dan meningkatkan kuantitas dari ide itu sendiri, dan ini didisain untuk memungkinkan bahwa setiap peserta dapat berpartisipasi dan tidak ada ide yang ditolak.

Electronic brainstorming

Electronic brainstorming adalah versi yang telah terkomputerisasi dari teori ini, secara teknis yang didukung oleh sistem EMS(Electronic meeting system), dalam bentuk yang lebih sederhana juga dapat menggunakan e-mail sebagai bentuk komunikasinya, atau menggunakan perangkat peer-to-peer. Dengan EMS (Electronic meeting system) ini seorang partisipan dapat berbagi banyak ide melalui jaringan yang saling terhubung.

Directed brainstorming

Directed brainstorming adalah salah satu brainstorming elektronik dapat dilakukan secara manual atau dapat juga dilakukan dengan menggunakan komputer, Directed brainstroming bekerja disaat apabila memilah ide dengan suatu kriteria sebelum sebuah sesi tertentu.

Guided brainstorming

Guided brainstorming adalah sebuah sesi yang dipandu baik secara individu maupun kelompok secara kolektif tentang topik tertentu di bawah kendala perspektif dan waktu. Jenis brainstorming menghapus semua penyebab konflik dan kendala percakapan sambil mendorong berpikir kritis dan kreatif dalam menarik, lingkungan yang seimbang.

Individual brainstorming

Biasanya meliputi teknik seperti menulis bebas, berbicara bebas, asosiasi kata, dan menggambar peta pikiran, yang merupakan catatan visual dari orang pada diagram pikiran mereka. Brainstorming individu adalah metode yang berguna dalam penulisan kreatif dan telah terbukti lebih unggul Brainstorming kelompok tradisional.

Question brainstorming

Adalah proses yang melibatkan brainstorming Questions (Pertanyaan), Secara teoritis, teknik ini tidak boleh menghambat partisipasi karena tidak ada kebutuhan untuk memberikan solusi. Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan membentuk kerangka kerja untuk membangun rencana tindakan di masa depan.

SEJARAH KOMUNITAS ONLINE

1. FACEBOOK.

Saya yakin hampir semua pengguna gadget baik smartphone dan lain-lain sudah tak asing dengan nama ini, inilah sebuah jejaring media sosial yang masih tetap eksis sampai di awal tahun 2014an ini, dan masih banyak pengguna yang menggunakanya, mulai dari hanya sekedar chatting, bermain game online, sarana promosi, sampai berbagi foto-foto moment penting antar sesama user, Didirikan oleh Mark Zuckerberg beserta teman sekamarnya dan sesama mahasiswa yang bersekolah di Universitas Harvard, yaitu Eduardo Saverin, Andrew McColluFBm, Dustin Moskovitz dan Chris Hughes. Facebook yang awalnya hanya terbatas untuk kalangan mahasiswa Harvard saja kemudian diperluas hingga mencakup perguruan lain, Situs ini perlahan membuka diri kepada mahasiswa di universitas lain sebelum dibuka untuk siswa sekolah menengah atas, dan akhirnya untuk setiap orang yang berusia minimal 13 tahun. Diluncurkan pada Februari 2004, dan sampai saat ini masih banyak orang orang yang menggunakanya dengan berbagai fasilitas untuk berbagai macam kepentinganya.

2.TWITTER

TWITTER !!! ya, Hampir dapat diprediksikan jika seseorang yang telah memiliki akun facebook yang terintegrasi pada gadgetnya pasti telah mengenal salah satu jejaring sosial yang satu ini, didirikan oleh Jack Dorsey pada tahun 2006, dan situs jejaring sosialnya pada maret 2006, selain sebagai media jejaring sosial, twitter juga sering dimanfaatkan untuk berbagai macam hal, salah satunya ialah live report berita-berita di berbagai tempat, bahkan sampai media berkampanye, dan jangan sampai lupa juga bahwa bapak presiden kita juga mempunyai akun twitter lho 🙂 gak percaya? bisa cek sendiri.Twitter

Nah.. dari ke dua jejaring sosial diatas saja sudah banyak kelompok-kelompok unik didalamnya, mulai dari kelompok pencinta hewan reptil, sampai kelompok-kelompok yang berdasarkan hobi dan berbagai macam kepentingan didalamnya.

KELOMPOK UNIK INTERNET

IMMGIMMG

Awalnya saya agak bingung kira-kira apa yang akan saya angkat dalam judul yang s atu ini, akhirnya saya mulai melamun… melamun… dan akirnya lamunan saya pecah dan saya memilih kelompok ini untuk judul kali ini, yap… memperkenalkan IMMG dengan kepanjangan Ikatan Mahasiswa Minang Gunadarma, kenapa saya memilih IMMG sebagai pilihan ? alasanya ada disini, beberapa minggu yang lalu saya sempat menghadiri acaranya yang bertemakan MFG III  “Minang Family Gathering” yang diadakan untuk yang ke tiga kalinya, IMMG sendiri berdiri pada Tahun 1997, berdasarkan informasi yang saya dapat pada acara tersebut, setelah mulai meredup pada akhirnya pada tahun 2009 dengan beranggotakan 6 orang saja, yakni dari angkatan 2008 dan 2009 kembali mereka merintis IMMG, sampai pada akirnya di awal 2014 ini tetap berjalan, untuk official Twitternya DSC_0031_edit0dapat anda kunjungi di @_IMMG_  ditunggu kunjunganya ya :D.

oke kembali ke acara minang family gath yang ke 3, untuk acara yang diadakan ke tiga kalinya ini, amat berkesan bagi saya, dimulai peserta yang hadir sendiri lebih banyak dari family gath yg ke 2, yang kebanyakan dihadiri mahasiswa minang yang berkuliah di kampus DSC_0019depok saja, akan tetapi kali ini mulai dari gunadarma kalimalang dan karawaci juga turut hadir walau hanya beberapa, saya sendiri berkenalan dengan salah satu mahasiswa dari karawaci tersebut, dan setelah lama berbincang-bincang akhirnya saya ketahui bahwa ia adalah salah satu mahasiswa yang mendapatkan beasiswa bidik misi “mengetahuinya saja saya cukup surprise karena cukup sulit mendapat beasiswa tersebut bagi saya 😦 ” acara dimulai dari pukul 1 siang dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, pengenalan kepengurusan, diskusi bersama, games, sampai ditutup dengan acara Foto bersama.

ROKER KRLmania

Nah ini ni akun twitter yang followernya yang aktif sekali berbagi informasi yang live tentang bagaimana kondisi per”Krl”an baik rute yang ramai seperti rute Bogor-Jakarta dan Bekasi-Jakarta PP atau sampai rute yang tidak terlalu ramai seperti Kp.Bandan-Jakarta, bagi saya yang bertempat tinggal di jakarta utara dan berkuliah di daerah depok, info dari parKRL Maniaa follower yang sepengelihatan saya mayoritas sudah bekerja ini sangat berguna sekali, nah bagi yang belum follow bisa ikuti akun twitter ini di @krlmania terimakasih banyak KRLmania ^^.

dan ada lagi satu info ni, bagi kalian para pengguna rutin jasa angkutan Krl ada juga akun resmi dari PT. KCJ yang menampung kritik dan saran juga sebagai penyedia informasi silahkan follow di @CommuterLine .

POLARISASI INTERNET

Di dalam jaringan internet umumnya akan terbentuk kelompok-kelompok atau forum-forum yang memiliki tujuan masing-masing. Pengelompokan di internet juga dapat berasal dari fasilitas internet yang beragam seperti beragamnya layanan yang disediakan internet seperti fasilitas jejaring sosial, fasilitas streaming, fasilitas berbagi informasi, fasilitas unggah dan unduh, fasilitas jual beli, fasilitas cloud software, dan sebagainya. Hal tersebut dapat kita katakan sebagai sebuah polarisasi internet, yang daripadanya akan terbentuk kelompok-kelompok pengguna.

Sebagai contoh polarisasi yang diakibatkan oleh fasilitas internet adalah pembentukan kubu para pengguna. Misalkan anda adalah pengguna layanan jejaring sosial dibawah. Maka disadari atau tidak anda sudah ikut terpolarisasi dan menjadi bagian dari salah satu kelompok pengguna salah satu fasilitas jejaring sosial diatas.(http://deathneverlost.wordpress.com/2012/10/31/polarisasi-dalam-internet-hingga-terbentuk-kelompok/)

NEXT BLOG : Abdul Karim

SEJARAH KOMUNITAS ONLINE, KOMUNITAS & FUNGSINYA.

 SEJARAH  KOMUNITAS ONLINE, KOMUNITAS & FUNGSINYA.MEDIA ONLINE

Komunitas online, ketika mendengar kata ini mungkin akan terbayang di benak kita berbagai macam situs media sosial berbasis internet yang menghubungkan kita dengan banyak orang mulai dari orang yang kita kenal, sampai dengan orang yang belum kita kenali sama sekali, bahkan bisa jadi bertemu dalam satu komunitas online dengan warga negara lain, ketika saya mencari pengertian tentang arti sebuah komunitas, sebelum memasuki pembahasan komunitas online, saya menemukan definisi dari sebuah komunitas yang saya ambil dari beberpa sumber, berikut adalah penjelasanya :

SEJARAH KOMUNITAS ONLINE

1. FACEBOOK.

FBSaya yakin hampir semua pengguna gadget baik smartphone dan lain-lain sudah tak asing dengan nama ini, inilah sebuah jejaring media sosial yang masih tetap eksis sampai di awal tahun 2014an ini, dan masih banyak pengguna yang menggunakanya, mulai dari hanya sekedar chatting, bermain game online, sarana promosi, sampai berbagi foto-foto moment penting antar sesama user, Didirikan oleh Mark Zuckerberg beserta teman sekamarnya dan sesama mahasiswa yang bersekolah di Universitas Harvard, yaitu Eduardo Saverin, Andrew McCollum, Dustin Moskovitz dan Chris Hughes. Facebook yang awalnya hanya terbatas untuk kalangan mahasiswa Harvard saja kemudian diperluas hingga mencakup perguruan lain, Situs ini perlahan membuka diri kepada mahasiswa di universitas lain sebelum dibuka untuk siswa sekolah menengah atas, dan akhirnya untuk setiap orang yang berusia minimal 13 tahun. Diluncurkan pada Februari 2004, dan sampai saat ini masih banyak orang orang yang menggunakanya dengan berbagai fasilitas untuk berbagai macam kepentinganya.

2.TWITTER

TwitterTWITTER !!! ya, Hampir dapat diprediksikan jika seseorang yang telah memiliki akun facebook yang terintegrasi pada gadgetnya pasti telah mengenal salah satu jejaring sosial yang satu ini, didirikan oleh Jack Dorsey pada tahun 2006, dan situs jejaring sosialnya pada maret 2006, selain sebagai media jejaring sosial, twitter juga sering dimanfaatkan untuk berbagai macam hal, salah satunya ialah live report berita-berita di berbagai tempat, bahkan sampai media berkampanye, dan jangan sampai lupa juga bahwa bapak presiden kita juga mempunyai akun twitter lho :) gak percaya? bisa cek sendiri.

Nah.. dari ke dua jejaring sosial diatas saja sudah banyak kelompok-kelompok unik didalamnya, mulai dari kelompok pencinta hewan reptil, sampai kelompok-kelompok yang berdasarkan hobi dan berbagai macam kepentingan didalamnya.

KOMUNITAS

Komunitas adalah sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan, umumnya memiliki ketertarikan dan habitat yang sama. Dalam komunitas manusia, individu-individu di dalamnya dapat memiliki maksud, kepercayaan, sumber daya, preferensi, kebutuhan, risiko dan sejumlah kondisi lain yang serupa. Komunitas berasal dari bahasa Latin communitas yang berarti “kesamaan”, kemudian dapat diturunkan dari communis yang berarti “sama, publik, dibagi oleh semua atau banyak”. (Wenger, 2002: 4). Menurut Crow dan Allan, Komunitas dapat terbagi menjadi 3 komponen:

  • Berdasarkan Lokasi atau Tempat

Wilayah atau tempat sebuah komunitas dapat dilihat sebagai tempat dimana sekumpulan orang mempunyai sesuatu yang sama secara geografis.

  • Berdasarkan Minat

Sekelompok orang yang mendirikan suatu komunitas karena mempunyai ketertarikan dan minat yang sama, misalnya agama, pekerjaan, suku, ras, maupun berdasarkan kelainan seksual.

  • Berdasarkan Komuni

Komuni dapat berarti ide dasar yang dapat mendukung komunitas itu sendiri.

(Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Komunitas)

Komunitas terbentuk atas dasar kesukuan , asal usul keturunan , keyakinan agama keyakinan politik, pekerjaan atau persahabatan (Suhardi, 2009)

Jika dilihat dari penjelasan diatas, ada beberapa point yang mendasari timbulnya sebuah komunitas jika berdasar dari sebuah lokasi atau tempat, mungkin begitu banyak komunitas yang bersifat kedaerahan, mungkin jika dahulunya mereka mengadakan pertemuan rutin di sebuah tempat untuk mengadakan sebuah perkumpulan, jika di alihkan dengan basis internet mereka tak perlu lagi datang dari tempat jauh guna untuk bertemu sesama komunitasnya, dengan media chat atau bahkan videochat atau teleconfrence untuk berinteraksi bersama, namun tak jarang juga berawal dari sebuah komunitas online bukan hanya yang sifatnya kedaerahan saja, mereka mengadkan sebuah pertemuan yang real dengan istilah “copy darat” yang dimaksud ialah mereka yang tergabung dalam sebuah komunitas berbasis online, melakukan pertemuan atau family gathering yang direncanakan sebelumnya di forum komunitas tersebut, dengan agenda yang bervariasi.

            Sebuah komunitas online menurut saya biasanya memiliki sebuah tujuan, misal satu  grup yang memiliki sebuah dasar kenapa grup tersebut dibentuk, misal sebagai kelompok belajar kelas atau sebuah grup komunitas game tertentu atau bahkan sebuah grup yang memfasilitasi anggotanya untuk transaksi atau media perantara jual beli.

  • DEFINISI KOMUNITAS ONLINE

Menurut Ferguson et al., 2004, komunitas online adalah sebuah tempat dimana sekelompok orang berkumpul untuk berbagi sence of community sebagaimana orang-orang yang tidak saling mengenal memiliki kesamaan ketertarikan minat, didalam sebuah situs internet yang menawarkan beberapa layanan online, meliputi beberapa akses kepada lingkungan sosial, layanan komunitas, informasi resmi, dan layanan e-commerce kepada penghuninya.

  •  FUNGSI SOSIAL INTERNET TERHADAP INDIVIDU

Menurut saya pribadi ada banyak hal yang dapat dimanfaatkan dari pada internet, setelas saya lihat beberapa fungsi sosialnya ialah

  • Media berbagi informasi

Kenapa bisa demikian, karena kita dapat dengan cepat mengetahui adanya kabar atau sebuah hal yang kita inginCommuter line ketahui cukup dengan mengakses media yang dituju

            Misal : kita dapat mengetahui keadaan lalulintas secara langsung tanpa repot meninjau langsung ke tempat tersebut, sebuah account Twitter milik Polda metro jayadengan traffic management nya menyajikan berbagai info tentang keadaan lalulintas dari berbagai Spot yang ingin ditinjau oleh si pencari info, ada juga account Commuter Line milik PT. KCJ yang bergerak di sektor moda transportasi massal kereta api, yang mencapai 500.000 pengguna perhari, menyajikan info up date dari jadwal perjalanan kereta api.TMC Polda Metro

  • Latihan untuk menggali skill menulis

Seperti yang kita tahu, banyak situs blog yang menyajikan layanan free untuk memuat tulisan kita didalamnya, selaworpress lgin bisa bertukar ilmu dan informasi antar sesama blogger, skill menulis kita secara tidak langsung akan terasah jika berlatih memposting tulisan yang kita buat, jangan lupa pula apablila mengutip dari sebuah sumber, disertakan pula sumber dari kutipan tersebut, agar tidak di anggap plagiat atau istilahnya hanya mengcopy paste tanpa menyertakan sumber.

  •   Media Sosialisasi suatu hal

Salah satu yang sering kita temui ialah, yang menurut saya pribadi sangat berkaitan dengan fungsi sosial internet itu sendiri ialah, dalam mengkampanye’kan suatu hal, misal mengkampanyekan untuk menghemat listrik atau kampanye anti narkoba, bahkan sampai kampanye politik.

  •   Pasar OnlineTokobagus

Ketika seseorang tak lagi harus mengunjungi tempat dimana ia harus membeli suatu barang yang diingin kan, hanya cukup membuka situs jual beli, dan melihat barang yang ditawarkan, dengan proses negosiasi yang simpel seseorang akhirnya dapat membeli hal yang ia inginkan, dan bebas repot-repot datang ke lapak si penjual.

KESIMPULAN

Komunitas terbentuk dengan berbagai ragam latar belakangnya, sedangkan komunitas online ialah sebuah bentuk kemajuanya dimana teknologi pada saat ini berkembang seiring perubahan zaman yang semakin maju. Dalam konteks fungsi, komunitas online terhadap individu dapat membantu seorang individu yang buta akan informasi, menjadi paham atas bantuan dari komunitasnya, tergantung dari kebutuhan si individu tersendiri, demikian tulisan ini saya buat, semoga bermanfaat bagi pembaca, lalu kurang lebihnya saya mohon maaf sebesar-besarnya, mohon kritik dan saran yang membangun untuk kemajuan latihann saya, agar saya lebih baik dalam menulis kedepanya.

Sumber :

  • Suhardi, S. S. (2009). sosiologi 2 : Untuk SMA/MA Kelas XI. jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional .

Next Blog kemlompok 8 >>> Abdul Karim

Sebersit Angan

R. Widura Abiseka.

Helmy Munandar

SEMOGA BERMANFAAT

My Activities

A topnotch WordPress.com site

As_syuhada

إذا صدق العزم وضح السبيل ^_^