IBD part 4

IBD PART 4
“KECEMASAN”
Sigmund Freud membagi kecemasan di dalam 3 hal yaitu
• Kecemasan Obyektif
• Kecemasan Neoritis (syaraf)
• Kecemasan Moril

1. Kecemasan obyektif
Kecemasan tentang kenyataan adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau bahaya dalam dinua luar .
2. Kecemasan neoritis (syaraf)
Timbul karena pengamatan tentang bahaya dari naluriah , dalam hal ini dibagi menjadi 3 macam, yakni :
 Cemas yang timbul karena penyesuaian linkungan
 Bentuk Ketakutan yang tegang dan irrasional (phobia)
 Rasa gugup , gagap dan sebagainya .

3. Kecemasan moril
Kecemasan yang disebabkan pribadi seseorang dalam hal iri, benci, dendam, dengki, marah, bahkan gelisah dan cinta.
“KETIDAKPASTIAN”
Berasal dari kata “tidak pasti” yang bila dimaknai artinya tidak menentu, tidak dapat di tentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas.
Jika kita lihat, beberapa hal dibawah ini adalah beberapa hal penyebab terjadinya Ketidakpastian
Beberapa diantaranya adalah :
a. Obsesi
b. Phobia
c. Kompulasi
d. Hysteria
e. Delusi

a. Obsesi
Tentunya kita tidak asing lagi dengan kata yang satu ini, singkatnya ia adalah gejala neurosa jiwa, yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang terus menerus.
Contoh :
seseorang terdorong menginginkan sesuatu dan ini selalu ada dalam benaknya akan tetapi ia masih belum tahu kapan terealisasinya.
b. Phobia
sebuah kata yang masih terdengar familiar di telinga kita, ialah rasa ketakutan yang tak terkendali, tidak normal, kepada sesuatu tanpa tahu sebabnya.
Contoh :
Anak yang pertama kali melihat serangga yang menurut nya bentuk nya agak menjijikan di matanya akan tetapi kebanyakan atau beberapa orang menganggap nya biasa saja.
c. Kompulasi
Sepertinya untuk hal ini agak kurang populer terdengar oleh kita, baiknya kita lihat dulu apa itu kompulasi, adalah neurosa jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental, kekecewaan, pengalaman pahit yang menekan, kelemahan syaraf, tidak mampu menguasai diri, dan lain lain.
Contoh :
Kita ambil dari tidak mampu menguasai diri, terkadang seseorang merasakan kegelisahan yang sehingga membuat orang itu secara tidak sadar, kehilangan kendali atas dirinya sendiri
d. Hysteria
Jangan salah tanggap dulu ya, ini bukan wahana permainan yang ada di ancol itu hahaha *mentang-mentang rumah dekat ancol* baik mari kita lanjutkan, “hysteria” hal ini adalah adanya keraguan tentang apa yang telah dikerjakan, sehingga ada dorongan yang tak disadari melakukan perbuatan yang serupa berkali – kali .

Contoh :
Anda melihat sebuah pagar yang agak lumayan sulit untuk dilewati, dan itu lebih dari satu baris pagar, Nah pada suatu saat ada sebuah hal yang anda tidak duga, misal anda di kejar oleh seekor anjing besar yang tidak sengaja berpapasan, sontak anda lari dan secara tidak sadar, anda telah melompati satu demi satu pagar yang anda anggap lumayan sulit untuk melewatinya, “berdasarkan pengalaman pribadi” hahaha, nah sampai anda terlepas dari pengejaran si anjing tadi, anda pun terheran – heran, dengan berkata “kok bisa ya…. saya melewati pagar – pagar yang tadi ? ” baik, kita lanjutkan ke point selanjutnya.
e. Delusi
Adalah menunjukan pikiran tidak beres, karena berdasarkan suatu keyakinan palsu.
Dalam hal ini Delusi dibagi menjadi menjadi tiga bagian

• Delusi persekusi : menganggap keadaan sekitarnya jelek.
• Delusi keagungan : mengaggap dirinya orang paling penting dan besar.
• Delusi melancholis : merasa dirinya hina, bersalah, dan berdosa.

“HARAPAN”
Karena dalam penulisan ini saya di haruskan menuliskan sebuah harapan, maka ini lah harapan saya, sebagai anak laki – laki tunggal dalam keluarga, tentunya harapan keluarga sepenuhnya bertumpu pada diri saya, saya ingin lebih baik dari ayah saat ini, dan sekuat semampu saya khususnya dalam bidang disiplin ilmu yang sedang saya tempuh saat ini saya ingin menjadi sesuatu yang lebih baik dari beliau, dan seterusnya pesan ini akan saya sampaikan ke generasi setelah saya, sebagai mana ayah secara tidak langsung berpesan akan hal ini terhadap saya, dan saya memahami, hal ini bertujuan mengangkat harkat dan martabat keluarga sepenuhnya, karena saya meyakini bahwa ilmu dapat mengangkat derajat sesorang sebagai mana tertera dalam surat Al mujadillah ayat 11.
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ
وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
Q.S. Al Mujaadilah Ayat 11

“KEPERCAYAAN”
teori-teori tentang kepercayaan :
Kepercayaan berasal dari kata percaya, yang artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran.
– Teori Konsistensi :
Yaitu suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.

Contoh : Manusia diciptakan oleh Tuhan YME dan suatu saat pasti meninggal.
– Teori korespodensi :
Teori yang menjalankan bahwa suatu pernyataan benar bila materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berhubungan dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut.

Contoh : Indonesia adalah negara kepulauan dengan Jakarta sebagai Ibukotanya.
– Teori Pragmatis :
Kebenaran pernyataan diukur dengan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.

Iklan

Posted on Januari 18, 2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Sebersit Angan

R. Widura Abiseka.

Helmy Munandar

SEMOGA BERMANFAAT

My Activities

A topnotch WordPress.com site

As_syuhada

إذا صدق العزم وضح السبيل ^_^

%d blogger menyukai ini: