PAHIT MANIS PLAGIARISME

Plagiarisme, kata yang tak asing didengar, bahasa sehari-harinya ialah “menjiplak” atau kalau mau diperjelas lagi dikenal dengan istilah “Copy paste”, nah disini kita akan sentil sedikit beberapa opini tentang plagiat.
tentunya jikalau kita punya sebuah karya yang otentik dan orisinil, dan belum ada yang menemukan atau menghasilkan karya seperti yang di buat, tentunya akan jadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi si pembuatnya, akan tetapi bagaimana jikalau hasil karya yang kita, yang dibuat dengan susah payah lalu dengan semena-mena “dijiplak” lalu diubah sedikit agar tidak terlalu serupa dengan yang aslinya.

pastinya tidak akan jadi pengalaman yang menyenangkan bagi si pembuat karya tersebut, nah lebih-lebih jiakalau dengan terang-terangan justru 100% di copy lalu disebarluaskan, sebagai contoh software-software yang dijual dengan harga Miring, orang-orang lebih memilih software dengan harga murah ini, ketimbang membeli software yang berlisensi, dengan alasan antara “software miring” ini (dengan itu saya menyebut software bajakan) dengan software berlisensi yang asli, tidak ada perbedaan dalam menjalankan fungsinya, akhirnya banyak yang menilai daripada membeli software yang asli dengan harga mahal, mereka memutuskan untuk membeli software bajakan dengan harga murah dengan fungsi yang sama persis, tentunya ini sangat menguntungkan bagi kalangan yastopng mempunyai dana yang pas-pas`an untuk kebutuhanya, tapi di sisi lain juga merugikan si pemilik hak cipta software karena hasil karya nya dibajak.

tak sampai disitu saja dalam hal karya tulis pun juga banyak dijumpai, sebagai misal sebuah buku, banyak kita temui buku-buku jika kita ingin membeli di sebuah toko buku besar harganya bisa sampai ratusan ribu rupiah, namun jika kita mencari di sebuah toko buku yang berada di pinggiran jalan harganya bisa merosot hingga puluhan ribu rupiah saja, dengan perbedaan mungkin buku yang ada ditoko tersebut ialah cetakan asli dan buku yang ada pada toko dijalanan ialah hasil copy cetak ulang dari buku yang asli, alias hasil fotocopy namun dengan sampul yang lebih bagus dari hasil fotocopy biasa, nah dikarenakan isi yang sama dan harga yang jauh lebih murah, maka banyaklah orang yang mencari buku-buku yang seperti tadi dengan harga murah namun isi tetap sama seperti buku aslinya, dan lagi-lagi pihak yang memegang hak cipta ataupun penulis yang dirugikan karena royalti yang seharusnya ada, tidak didapatkanya, dikarenakan pembeli tidak membeli buku yang dikeluarkan penerbit asli, dan ini jadi keuntungan tersendiri bagi yang berburu buku dengan harga yang cukup terjangkau, beberapa orang berkata “mau bagaimana lagi, harga selangit itu tidak cocok dengan budget yang ada di kantong kami” jadi terpaksa lah, mereka memilihnya, tapi jika dilihat tak semua orang mempunyai uang yang cukup, terlebih pelajar yang masih mendapatkan uang dari orang tuanya, nah yang memetik keuntungan bukan hanya si pembeli berbudget rendah, namun si penjual juga memetik manisnya hasil membajak, misal dari satu buku asli yang ia peroleh dengan harga ratusan ribu sebagai modal, ia jadika sampel untuk kemudian diperbanyak dan dijual kembali dengan harga murah, tentu ini akan menjadi pembalik modal yang nantinya akan menjadi profit yang menguntungkan bagi si penjual.

Setelah dari software dan buku bajakan atau tiruan, hal ini juga merambah ke dunia pendidikan, mengapa ? bagaimana bisa ? , saya ambil contoh seperti ini, peniruan juga bisa diterapkan dalam mengerjakan tugas sekolah, ditambah lagi didukung dengan kemajuan teknologi yang pesat pada saat ini, memungkinkan para siswa, dengan leluasa mempraktikan budaya plagiat pada usia dini, misal mengcopy dan merubah sedikit tugas temanya agar jika dilihat tidak terlalu mirip dengan milik temanya, kelebihanya sudah pasti, si pelaku tidak perlu repot-repot membuat tugas yang memusingkan jika menurutya seperti itu, jika diambil buruknya secara tstop piracyidak langsung ini menjamurkan budaya malas pada siswa dan pastinya ini bukan suatu hal yang baik, dan masih banyak lagi hal-hal lain yang berpotensi untuk dilakukanya plagiat ini.

Dan apabila dilihat-lihat juga, terdapat aturan yang mengatur tentang perlindungan hak cipta. ada pada Undang-Undang NO.19 tahun 2002 yang terdiri atas 15 bab dan 78 pasal berikut kutipan dari Undang-Undang hak Cipta.

PASAL 2

(1)

Hak cipta merupakan hak eksklusif bagi pencipta atau pemegang hak cipta untunk mengumumkan dan memperbanyak ciptaanya, yang timbul secara otomatis setelah suatu ciptaan dilahirkan tanpa mengurangi pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

PASAL 49 

(1)

pelaku memiliki hak ekslusif untuk memberikan izin atau melarang pihak lain yang tanpa persutujanya membuat, memperbanyak, atau menyiarkan rekaman suara dan/atau gambar pertunjukanya.

(2)

Produser rekaman suara memiliki hak eksklusif untuk memberikan izin atau melarang pihak lain yang tanpa persutujanya memperbanyak dan/atau menyewakan karya rekaman suara atau rekaman bunyi.

PASAL 72

(1)

Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 49 ayat (1) dan  ayat (2) dipidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/didenda paling sedikit Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

(2)

Barangsiapa dengan sengaja, menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipidana penjara penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

(3)

Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak memperbanyak penggunaan untuk kepentingan komersial suatu Program Komputer dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahundan/atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

                                                                                        (Sumber: Undang-undang Perlindungan HAKI, Indonesia Legal Publishing, 2005)

Pada akhirnya, banyak dan sedikitnya tindakan plagiat ini mempengaruhi berbagai pihak, tinggal diri kita sendiri yang seharusnya menyikapi secara arif dan bijak, baik dari sisi untung maupun ruginya, plagiat ini disamping menguntungkan beberapa pihak, namun juga bisa merugikan berbagai pihak, baik buruknya mari sama-sama kita sikapi dengan baik jangan sampai adanya hal yang sudah membudaya ini merusak daya kreatif yang sejatinya ada pada setiap orang.

>>>> Next Blog, Abdul karim cyber crime

                                                                                      

Iklan

Posted on November 3, 2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Sebersit Angan

R. Widura Abiseka.

Helmy Munandar

SEMOGA BERMANFAAT

My Activities

A topnotch WordPress.com site

As_syuhada

إذا صدق العزم وضح السبيل ^_^

%d blogger menyukai ini: