Tulisan dengan contoh kasus dan analisa dasar berikut tanggapan

Kasus perilaku

Tuntut Kesejahteraan, Pegawai Kecamatan Mogok Kerja

SAMPANG – Sejumlah pegawai di Kantor Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mogok kerja. Kabarnya mereka mogok lantaran tuntutan tambahan kesejahteraan saat Hari Raya Idul Adha tidak dipenuhi.

Akibatnya, Kantor Kecamatan Camplong sepi. Meski begitu, pelayanan terhadap masyarakat tetap berjalan, karena masih ada pegawai yang masuk untuk melaksanakannya.

Jumlah pegawai yang ada di Kantor Kecamatan Camplong sebanyak 31 orang. Mereka terdiri dari pegawai negeri sipil dan tenaga honorer. Sebagian dari jumlah tersebut melakukan mogok kerja pada hari ini.

Sekretaris Camat Camplong, Taufik, membenarkan adanya aksi mogok kerja sebagian staf. Diduga aksi itu dipicu tuntutan tambahan kesejahteraan lebaran kemarin tidak bisa dipenuhi.

“Mogoknya hari ini saja. Pada Jumat kemarin memang sepertinya ada tanda-tanda protes. Saat itu kursi yang sudah dipakai pertemuan berserakan,” terang Taufik saat dikonfirmasi wartawan.

Menurutnya, diperkirakan para pegawai akan kembali bekerja besok. Dengan adanya kejadian ini, dirinya yang akan meng-handle tugas dari pegawai yang tidak masuk.

“Saya siap melayani masyarakat. Dengan adanya kejadian ini, saya akan laporkan kepada pimpinan (Camat Camplong Samhari) yang saat ini sedang diklat di Trawas,” paparnya.

(Sumber : http://news.okezone.com/read/2014/10/06/340/1048657/tuntut-kesejahteraan-pegawai- kecamatan-mogok-kerja . Diakses pada : 13-Okt-2014)

Analisa dan tanggapan :

Dalam berita di atas, terdapat pernyataan bahwa camat tersebut tetap akan menjalankan kewajibanya sebagai atasan terhadap anak buah yang ada dalam ruang lingkup tanggung jawabnya, dan menginformasikan kepada garis komando di atasnya sesuai otoritas yang ada, sesuai rantai komando dalam organisasi terhadap bawahanya, walaupun garis dari puncak organisasi kepada eselon paling bawah tersebut terdapat kesenjangan dikarenakan konflik kesejahteraan hari raya, camat tersebut tetap memanajemen dengan memerintahkan pegawai yang tersisa untuk menjalankan tugasnya agar tetap berjalanya pelayanan kepada masyarakat, hal ini membuktikan bahwa kepemimpinan juga bergantung kepada kesiapan anggota yang ada di dalamnya, walaupun beberapa anggota mogok dari pekerajaan, masih ada sebagian pegawai yang tetap dalam tugasnya dan mengikuti instruksi sesuai wewenang pemimpinya, selanjutnya sesuai dengan teori situasional Hersey dan Blanchard Sebuah teori kemungkinan yang berfokus pada kesiapan para pengikut. Kepemimpinan yang berhasil dapat dicapai dengan cara memilih gaya kepemimpinan yang baik dan yang benar, penekanan pada para pengikut dalam efektivitas kepemimpian mencerminkan bahwa para pengikutlah yang menerima atau menolak pemimpin tersebut.

 

Ini merupakan sebuah bukti bahwa faktor situasi dapat sangat berperan dalam kepemimpinan di dalam sebuah organisasi , disaat beberapa pegawai memiliih untuk mogok kerja, tetapi beberapa pegawai lain tetap mengikuti perintah atasan mereka, ini membuktikan bahwa pola kepemimpinan camat tersebut baik dan masih efektif dapat mempengaruhi beberapa bawahanya untuk tetap bekerja dan tidak mengikuti mogok kerja sebagaimana yang dilakukan pegawai setempat lainya

Juga jika dilihat dari teori kepemimpinan yang mendefinisikan bahwa kepemimpinan sebagai kemampuan untuk memengaruhi suatu kelompok guna mencapai sebuah visi atau serangkaian tujuan yang di tetapkan, disini juga dijelaskan bahwa sumber pengaruh ini bisa jadi bersifat formal seperti yang diberikan oleh pemangku jabatan manajerial dalam sebuah organisasi karena posisi manajemen memiliki tingkat otoritas yang diakui secara formal (Robbins dan Judge, 2011), perilaki yang terjadi diatas telah sesuai dengan hal tersebut, dimana camat tersebut berhasil memegaruhi bawahanya untuk tidak ikut berdemo dikarenakan jika semua tidak ada di posisi masing-masing maka pelayanan terhadap masyarakat tidak bisa dilakukan, tetapi ia berhasil mempengaruhi beberapa bawahanya agar tetap diposisi masing-masing untuk berlangsungnya sebuah tujuan, yaitu pelayanan kepada masyarakat.

Adapun tindakan dari camat tersebut cukup membuat kesan sikap profesional, sesuai dengan pekerjaan dan tanggung jawab yang dimilikinya sebagai kepala dari beberapa bawahanya agar tetap menjalankan tugas yang sudah sesuai prosedur yang telah sama-sama ditetapkan.

Iklan

Posted on Oktober 13, 2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Sebersit Angan

R. Widura Abiseka.

Helmy Munandar

SEMOGA BERMANFAAT

My Activities

A topnotch WordPress.com site

As_syuhada

إذا صدق العزم وضح السبيل ^_^

%d blogger menyukai ini: