Fungsi Manajemen, Motivasi, & Kepuasan Kerja

 ORGANISASI

  1. Definisi pengorganisasian

Struktur organisasi (Organizational strcture) menentukan bagaimana pekerjaan dibagi, dikelompokan, dan dikoordinasikan secara formal (Robbins & Judge 2011).

Schein (1991) mendefinisikan organisasi sebagai koordinasi, tujuan bersama dan pembagian kerja. Suatu organisasi adalah koordinasi sejumlah kegiatan manusia yang direncanakan untuk mencpai suatu maksud atau tujuan bersama melalui pembagian tugas dan fungsi serta melalui serangkaian wewenang dan tanggung jawab. Tujuan organisasi terutama adalah kegiatan, bukan orang. Barnard (dalam Schein 1991: 17) menjelaskan bahwa hanya kegiatan oranglah yang berkaitan dengan usaha mencapai tujuan tertentu.

????????????????????????????????????????????????????

  1. Pengorganisasian sebagai fungsi manajemen

Katz dan Kahn (dalam Schein 1991: 224) merumuskan organisasi sebagai sistem terbuka dalam interaksi yang terus-menerus dengan lingkunganya.

Schein juga membagi pengorganisasian sebagai Perekrutan, seleksi, pelatihan, sosialisasi dan alokasi manusia bagi pekerjaan, selanjutnya juga menjelaskan bahwa pengorganisasian memanfaatkan dan memanajemeni sumber daya manusia

  • Kontrak psikologis

Setelah karyawan direkrut, diseleksi, dilatih dan dialokasikan pada pekerjaan tertentu, organisasi harus memusatkan perhatian pada penciptaan kondisi-kondisi yang memudahkan bagi prestasi tinggi untuk jangka waktu yang lama, dan memberikan kemungkinan bai masing-masing karyawan untuk memenuhi kebutuhanya , yang dimaksud kontrak psikologis disini ialah harapan-harapan tak tertulis antara setiap anggota dalam organisasi itu, dan organisasi juga mempunyai harapan yang lebih halus dan mutlak, yaitu bahwa karyawan akan menambah baik citra organisasi maupun kesetiaanya, tahu menyimpan rahasia-rahasia organisasi, dan akan berusaha sebaik-baiknya untuk kepentingan organisasi.

  • Kekuasaan dan wewenang

Keputusan masuk organisasi berarti menerima peraturan-peraturan dasar yang menjadi sistem wewenang organisasi, wewenan tidak sama dengan kekuasaan, kekuasan dalam arti murni adalah kebiasaan untuk mengendalikan orang lain dengan kekuatan penuh, memanipulasi imbalan dan hukuman yang berarti bagi orang lain, atau memanipulasi informasi. Kekuasaan mengandung arti bahwa orang lain sama sekali tidak mempunyai pilihan karena mereka kurang kuat menentukan diri sendiri atau tidak mengetahui bagaimana memperoleh sumber daya yang mereka perlukan, inilah yang para sosiolog sebut “wewenang tidak sah”. Sebaliknya Schein menjelaskan bahwa wewenang sah berarti kesediaan   bawahan untuk mematuhi peraturan, hukum atau perintah karena mereka menyetujui sistem pembentukanya.

ACTUATING DALAM MANAJEMEN

 

  • Pengertian Actuating dalam Manajemen

 ?????????????????????????????????????????????????????????????????

Dari seluruh rangkaian proses manajemen, pelaksanaan (actuating) merupakan fungsi manajemen yang paling utama. Dalam fungsi perencanaan dan pengorganisasian lebih banyak berhubungan dengan aspek-aspek abstrak proses manajemen, sedangkan fungsi actuating justru lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang-orang dalam organisasi

Dalam hal ini, George R. Terry (1986) mengemukakan bahwa actuating merupakan usah

a menggerakkan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan dan sasaran anggota-anggota perusahaan tersebut oleh karena para anggota itu juga ingin mencapai sasaran-sasaran tersebut.

Dari pengertian di atas, pelaksanaan (actuating) tidak lain merupakan upaya untuk menjadikan perencanaan menjadi kenyataan, dengan melalui berbagai pengarahan dan pemotivasian agar setiap karyawan dapat melaksanakan kegiatan secara optimal sesuai dengan peran, tugas dan tanggung jawabnya. Hal yang penting untuk diperhatikan dalam pelaksanan (actuating) ini adalah bahwa seorang karyawan akan termotivasi untuk mengerjakan sesuatu jika :

  1. Merasa yakin akan mampu mengerjakan,
  2. Yakin bahwa pekerjaan tersebut memberikan manfaat bagi dirinya,
  3. Tidak sedang dibebani oleh problem pribadi atau tugas lain yang lebih penting, atau mendesak
  4. Tugas tersebut merupakan kepercayaan bagi yang bersangkutan dan
  5. Hubungan antar teman dalam organisasi tersebut harmonis.
  • Pentingnya Actuating Manajemen

Actuating adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agarsemua agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapaisasaran yang sesuai dengan perencanaan manejerial dan usaha-usaha organisasi. artinya menggerakkan orang-orang agarmau bekerja dengan sendirinya atau dengan kesadaran secarabersama-sama untuk mencapai tujuan dikehendaki secara efektif.

Fungsi Actuanting :

  • Mempengaruhi orang – orang agar bersedia menjadi pengikut
  • Menaklukan daya tolak seseorang
  • Membuat orang dapat mengerjakan tugasnya dengan baik

Dalam sebuah organisasi, kita mengenal adanya konsep POAC, Planning, Organizing, Actuating, dan Controling. Keempat aspek ini merupakan satu kesatuan langkah sehingga jika tidak terlaksana salah satu, tentu perjalanan organisasi akan timpang.

Dalam aspek planning, perencanaan partisipatif merupakan salah satu teknik khusus untuk mengembangkan organisasi.

Perencanaan

Di dalam proses perancanaan kegiatan organisasi, partisipasi setiap personal dalam organisasi sangat menentukan keberhasilan program yang di rancang organisasi. Selanjutnya perencanaan yang melibatkan setiap orang dalam organsiasi ki

ta namakan sebagai perencanaan partisipatif.

Setiap aspek perencanaan disusun berdasarkan partisipasi setiap orang dalam organisasi. Dengan cara seperti ini, maka rasa tanggung jawab atas setiap program kegiatan organisasi tumbuh sebagai bagian integral diri.

Sebagai sebuah organisasi yang terdiri atas berbagai sosok dengan kemampuan masing-masing, maka sudah seharusnya untuk memberdayakan sumber daya manusia yang dimiliki. Pemberdayaan kompetensi ini sangat penting sebab organisasi adalah tanggungjawab bersama.

Untuk melibatkan secara aktif setiap orang, maka perencanaan partisipatif merupakan langkah konkritnya. Jika setiap personal terlibat dalam perencanaan program, maka setidaknya mereka ikut menentukan hal-hal yang harus dilakukan dalam organisasi.

  • Prinsip – prinsip Actuating Manajemen

Prinsip-Prinsip Penggerakan

Menurut Kurniawan (2009) prinsip-prinsip dalam penggerakan/actuating antara lain:

  • Memperlakukan pegawai dengan sebaik-baiknya
  • Mendorong pertumbuhan dan perkembangan manusia
  • Menanamkan pada manusia keinginan untuk melebihi
  • Menghargai hasil yang baik dan sempurna
  • Mengusahakan adanya keadilan tanpa pilih kasih
  • Memberikan kesempatan yang tepat dan bantuan yang cukup
  • Memberikan dorongan untuk mengembangkan potensi dirinya

Pentingnya Actuating dalam Manajemen

Fungsi actuating lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang-orang dalam organisasi. Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan penggerakan seluruh potensi sumber daya manusia dan nonmanusia pada pelaksanaan tugas. Semua sumber daya manusia yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi. Setiap SDM harus bekerja sesuai dengan tugas, fungsi dan peran, keahlian dan kompetensi masing-masing SDM untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi yang telah ditetapkan.

MENGENDALIKAN FUNGSI MANAJEMEN

 

                       A. Definisi Controlling

Terry (Dalam Herujito 2001) menyatakan, manajemen adalah suatu proses yang berbeda, terdiri dari Planning, organizing, actuating dan controlling yang dilakukan untuk mencapai tujuan yag ditentukan dengan menggunakan manusia dan sumber daya lainya.

Kontrol sebagai fungsi manajemen.

                      controllingB. Kontrol sebagai proses manajemen dan tipe Controlling

Stoner & Wankel (dalam Ruky 2002) menjelaskan bahwa salam konteks manajemen, istilah asli yang digunakan adalah Controlling dan kata ini sebenarnya mencakup 2 (dua) Kegiatan: pengawasan dan pengendalian. Kegiatan pengawasan dalam proses manajemen dapat didefinisikan sebagai

           Sebuah proses yang dilakukan untuk meyakinkan bahwa semua kegiatan (dalam proses manajemen) berjalan mengikuti rencana yang telah ditetapkan dan menuju kepada sasaran yang harus dicapai.

Dalam Ruky (2002)dijelaskan keberhasilan suatu perusahaan atau organisasi dalam mencapai tujuan-tujuan dan memenuhi kebutuhan masyarakat tergantung bagaimana baiknya para manajer perusahaan itu melaksanakan pekerjaan mereka. Jika para manajer perusahaan tidak melakukan tugas mereka dengan baik maka organisasi secara keseluruhan akan gagal mencapai tujuan, untuk itu sebagai bentuk pengendalian dalam manajemen, diperlukan adanya evaluasi kinerja manajer dan karyawan.

MOTIVASI

                 A. Definisi Motivasi

            Pada bagian ini akan dijelaskan beberapa pengertia tentang apa itu motivasi dan apa saja bagian dari motivasi itu sendiri, dalam Irianto (2005) dijelaskan, motivasi berasal dari kata move yang artinya “bergerak”. Definisi motivasi masih sering diperdebatkan. Diantaranya berbunyi: “Motivasi adalah sesuatu yang menggerakan atau mendorong seseoran atau kelompok orang, untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu”. Salah satu unsur dari motivasi adalah motif (= motive, alasan, atau sesuatu yang memotivasi). Motivasi dapat dikelompokan menjadi dua kelompok, eksternal dan internal.

  1. Motivasi Eksternal

Motivasi eksternal adalah motivasi yang berasal dari luar diri. Motivasi ini dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu motivasi eksternal positif dan motivasi eksternal negatif.

            Motivasi eksteral positif , biasanya berupa hadiah, atau iming-iming yang membangkitkan niat seseorang untuk berbuat sesuatu, misalnya upah, komisi, insentif, promosi, dan sebagainya.

            Motivasi eksternal negatif, adalah sesuatu yang dipaksaka dari luar, agar orang menghidari sesuatu yang tidak diinginkan; misalnya sangsi, hukuman, peraturan-peraturan, tata tertib, termasuk ancaman PHK dan sebagainya

 stock-vector-you-are-stronger-than-you-think-business-concept-on-motivation-vector-illustration-149065400

          2. Motivasi internal

Motivasi internal adalah motivasi dari dalam diri sendiri. Jenis motivasi ini dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu motivasi internal positif dan motivasi internal negatif

      Motivasi internal positif muncul karena keinginan untuk tumbuh berkembang, mengekspresikan diri sebagai contohnya ialah : ingin karir yang lebih baik, aktualisasi diri, dan sebagainya.

Motivasi interal negatif muncul karena tekanan, ancaman, ketakutan atau kekhawatiran. Sebagai misal: karena rasa takut kehilangan, menderita dan sebagainya

 

A. Teori-teori Motivasi

       a. Abraham maslow

 

Dari banyaknya teori motivasi, Abraham Maslow dengan teori hierarki kebutuhan yang dikemukakanya dapat dikatakan sebagai teori yang paling banyak dikenal, ia membuat hipotesis bahwa dalam setap diri manusia terdapat hierarki dari lima kebutuhan, kebutuhan-kebutuhan tersebut adalah :

  1. Fisiologis : meliputi rasa lapar, haus, berlindunga, seksual dan kebutuhan fisik lainya
  2. Rasa aman: meliputi rasa ingin dilindungi dari bahaya fisik dan emosional
  3. Sosial : meliputi rasa kasih saying, kepemilikan, penerimaan, dan persahabatan
  4. Penghargaan : meliputi faktir-faktor penghargaan internal seperti hormat diri, otonomi dan pencapaian
  5. Aktualisasi diri: dorongan untuk menjadi seseorang sesuai kecakapanya

b. Clayton Alderfer

 

         Clayton Aderfer berusaha mengolah hierarki kebutuhan Maslow agar semakin dekat dengan penelitian empiris. Hierarki kebutuhanya yang telah ditelaah ulang disebut dengan teori ERG. Pendapatnya bawa tiga kelompok kebutuhan inti

  • Kehidupan (Sama dengan kebutuhan fisiologis dan keamanan milik Maslow)
  • Hubungan (sama dengan kebutuhan sosial dan status milik Maslow)
  • Pertumbuhan (sama dengan kebutuhan penghargaan dan aktualisasi diri milik maslow)

       c.  McClelland

         Atau biasa disebut (McClelland’s theory of needs) dikembangkan oleh David McClelland dan rekan-rekanya. Teori tersebut berfokus pada tiga kebutuha: pencapaian, kekuatan, dan hubungan.

  • Kebutuhan pencapaian (Need for achievement) : Dorongan untuk melebihi mencapai standar-standar, berusaha keras untuk berhasil.
  • Kebutuhan kekuatan (Need for power) : Kebutuhan untuk membuat individu lain berperilaku sedemikian rupa sehingga mereka tidak akan berperilaku sebaliknya.
  • Kebutuhan hubungan (Need for affiliation) : keingian untuk menjalin suatu hubungan antarpersonal yang ramah dan akrab.
  1. Definisi Motivasi kerja

Robbin (dalam Brahmasari dan Suprayetno 2008) mengemukakan bahwa motivasi adalah keinginan untuk melakukan sebagai kesediaan untuk mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi untuk tujuan-tujuan organisasi, yang dikondisikan oleh kemampuan upaya itu untuk memenuhi suatu kebutuhan individual.

Siagian (2002:94 dalam Brahmasari dan Suprayetno 2008) mengemukakan bahwa dalam kehidupan berorganisasi, termasuk kehidupan berkarya dalam organisasi bisnis, aspek motivasi kerja mutlak mendapat perhatian serius dari para manajer.

Karena 4 (empat) pertimbangan utama yaitu: (1) Filsafat hidup manusia berkisar pada prinsip “quit pro quo”, yang dalam bahasa awam dicerminkan oleh pepatah yang mengatakan “ada ubi ada talas, ada budi ada balas”, (2) Dinamika kebutuhan manusia sangat kompleks dan tidak hanya bersifat materi, akan tetapi juga bersifat psikologis, (3) Tidak ada titik jenuh dalam pemuasan kebutuhan manusia, (4) Perbedaan karakteristik individu dalam organisasi atau perusahaan, mengakibatkan tidak adanya satupun teknik motivasi yang sama efektifnya untuk semua orang dalam organisasi juga untuk seseorang pada waktu dan kondisi yang berbeda-beda. Radig (1998), Soegiri (2004:27-28 dalam Brahmasari dan Suprayetno 2008) dalam Antoni (2006:24 dalam Brahmasari dan Suprayetno 2008) mengemukakan bahwa pemberian dorongan sebagai salah satu bentuk motivasi, penting dilakukan untuk meningkatkan gairah kerja karyawan sehingga dapat mencapai hasil yang dikehendaki oleh manajemen. Hubungan motivasi, gairah kerja dan hasil optimal mempunyai bentuk linear dalam arti dengan pemberian motivasi kerja yang baik, maka gairah kerja karyawan akan meningkat dan hasil kerja akan optimal sesuai dengan standar kinerja yang ditetapkan. Gairah kerja sebagai salah satu bentuk motivasi dapat dilihat antara lain dari tingkat kehadiran karyawan, tanggung jawab terhadap waktu kerja yang telah ditetapkan.

KEPUASAN KERJA

 

 

  1. Definisi kepuasan kerja

Dole and Schroeder (dalam Koesmono 2005: 170) Kepuasan kerja dapat didefinisikan sebagai perasaan dan reaksi individu terhadap lingkungan pekerjaannya. sedangkan menurut Testa (1999)dan Locke (1983); Kepuasan kerja merupakan kegembiraan atau pernyataan emosi yang positif hasil dari penilaian salah satu pekerjaan atau pengalaman-pengalaman pekerjaan. Nasarudin (2001); Igalens and Roussel (1999); Job satisfaction may be as a pleasurable ar positive emotional state resulting from the appraisal of one’s job or job experiences. Dalam pernyataan tersebut mengandung makna bahwa kepuasan kerja merupakan suatu keadaan emosi yang positif atau dapat menyenangkan yang dihasilkan dari suatu penilaan terhadap pekerjaan atau pengalaman-pengalaman kerja seseorang.

 

Koesmono (dalam Brahmasari dan Suprayetno 2008), mengemukakan bahwa kepuasan kerja dapat didefinisikan sebagai perasaan dan reaksi individu terhadap lingkungan pekerjaannya. sedangkan Testa, Locke, Koesmono, (dalam Brahmasari dan Suprayetno 2008) mengemukakan bahwa kepuasan kerja merupakan kegembiraan atau pernyataan emosi yang positif hasil dari penilaian salah satu pekerjaan atau pengalaman-pengalaman pekerjaan.

 

Lebih lanjut Koesmono juga mengemukakan bahwa kepuasan kerja merupakan penilaian, perasaan atau sikap seseorang atau karyawan terhadap pekerjaannya dan berhubungan dengan lingkungan kerja, jenis pekerjaan, kompensasi, hubungan antar teman kerja, hubungan sosial ditempat kerja dan sebagainya.

Sehingga dapat dikatakan bahwa kepuasan kerja adalah dipenuhinya beberapa keinginan dan kebutuhannya melalui kegiatan kerja atau bekerja.

 

2.  Aspek-aspek kepuasan kerja dan faktornya

 

Ward and Sloane (dalam Koesmono 2005: 170); elemen of job satisfaction : (1) relationship with colleagues; (2) relationship with head of department;(3) ability and efficiency of head of department; (4) hours of work; (5) opportunity to use initiative; (6) Promotion prospects; (7) salary; (8); job security; (9) actual work undertaken; (10) overall job satisfaction.

Dari beberapa point diatas dipaparkan bahwa elemen elemen dari kepuasan kerja terdiri atas adanya relasi terhadap kolega dalam bekerja, waktu bekerja, kesempatan yang digunakan, penawaran jenjang karir, juga keamanan dalam bekerja, hal tersebut mendukung seorang pekerja untuk mencapai kepuasan bekerjanya

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

  • Herujito, Yayat M, (2001), Dasar-dasar Manajemen, Penerbit PT. Grasindo, Jakarta.
  • Irianto, A. (2005). Born to Win Kunci sukses yg tak pernah gagal. Jakarta: Gramedia Pustaka utama
  • Robbins, S, P., Judge, T, A . (2011) Perilaku Organisasi. (Ed 12). Jakarta: Salemba Empat
  • Ruky, Achmad. 2002. Sukses Sebagai Manajer Profesional Tanpa Gelar MM atau MBA, Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
  • Schein, E, H. (1991) Psikologi Organisasi. Jakarta: Midas Surya Grafindo
  • Koesmono, H. T. (2005). Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Motivasi Dan Kepuasan Kerja Serta Kinerja Karyawan Pada Sub Sektor Industri Pengolahan Kayu Karya Menengah Di Jawa Timur. Jurnal Manajemen & Kewirausahaan, 27, no 2, 170-188.
  • Brahmasari, I. A., Suprayetno, A. (2008) Pengaruh motivasi kerja, Kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan serta dampaknya pada kinerja perusahaan (Studi kasus pada PT Pei Hai International Wiratama Indonesia) Jurnal Manajemen Dan Kewirausahaan, 10, no 2, 124-135.
  • Manajemen (2011) http://machdans-manajemen.blogspot.com/2011/06/actuating.html. di akses pada 2-11-2014, 05:55 PM
  • Pengorganisasian dalam manajemen(2013)http://repastrepost.blogspot.com/2013/11/pengorganisasian-dalam-manajemen.html di akses pada 2-11-2014, 05:17 PM
Iklan

Posted on November 8, 2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Sebersit Angan

R. Widura Abiseka.

Helmy Munandar

SEMOGA BERMANFAAT

My Activities

A topnotch WordPress.com site

As_syuhada

إذا صدق العزم وضح السبيل ^_^

%d blogger menyukai ini: