PSIKOTERAPI ????

بسم الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

       Pertama tama saya ucapkan أهلاً  وسهلاً , welcome, dan selamat datang kepada pembaca di blog sederhana ini^^ , pada tulisan ini kita sama-sama akan sedikit membahas tentang seputar apa itu psikoterapi, lalu bertujuan untuk apa psikoterapi itu, dilanjutkan dengan seputar unsur-unsurnya, perbedaan diantara psikoterapi dan konseling, bentuk utama terapi, dan diakhiri dengan Psikoterapi dalam melakukan berbagai pendekatan, terhadap mental illness, lantas seperti apa pembahasanya? Tanpa eng,ing,eng lagi, lanjut scroll kebawah mouse anda, dan kita mulai pembahasanya, semoga bermanfaat^^.

PSIKOTERAPI ??????

spongebob therapist

A. Definsi psikoterapi.

Definisi psikoterapi (dalam Semiun, 2006) dijelaskan bahwa, psikoterapi adalah suatu interaksi sistematis antara pasien dan terapis yang menggunakan prinsip-prinsip psikologis untuk membantu menghasilkan perubahan dalam tingkah laku, pikiran, dan perasaan pasien supaya membantu pasen mengatasi tingkah laku abnormal dan memecahkan masalah – masalah dalam hidup atau berkembang sebagai seorang individu.

Selain itu (dalam Gunarsa & Singgih, 2003) menjelaskan teknik psikoterapi adalah perawatan yang secara umum mempergunakan intervensi psikis dengan pendekatan psikologis terhadap pasien yang megalami gangguan psikis atau hambatan kepribadian

B. Tujuan psikoterapi.

Tujuan psikoterapi adalah untuk memberikan dukungan kepada pasien dalam menanggulangi penyakit yang kronis, selain itu adalah dapat ditujukan juga untuk mengurangi atau mencegah pengalaman-pengalaman yang menimbulkan stress, yang dapat mempercepat gangguan bipolar. Selain uraian diatas, terdapat pandangan lainya mengenai tujuan psikoterapi itu sendiri, selain menghilangkan gejala penyakit atau meminimalisasi pengaruh daripada penyakit tersebut, tujuan lain dari psikoterapi adalah berkaitan dengan model kehidupan dan kebersamaan yang dilalui oleh anggota kelompok, yakni membuat mereka mampu kembali ke kehidupan masyarakatnya (Taufiq, 2007)

Bila uraian-uraian diatas disimpulkan, dapat dikerucutkan bahwa tujuan-tujuan psikoterapi antara lain adalah .

a. Perawatan akut (intervensi krisis dan stabilisasi)

b. Rehabilitasi (memperbaiki gangguan perilaku berat)

c. Pemeliharaan (pencegahan keadaan memburuk jangka panjang)

d. Restrukturasi (meningatkan perubahan yang terus-menerus pada pasien)

C. Penjelasan Unsur-unsur Psikoterapi

Masserman (dalam Maulany 1997 : 521) ada delapan parameter pengaruh dasar yang mencangkup nsure-unsur lazim pada semua jenis psikoterapi.

a. Peran sosial

b. Hubungan (Persekutuan terapeutik)

c. Hak

d. Retrospeksi

e. Reduksi

f. Rehabilitisi, memperbaiki gangguan perilaku berat

g. Resosialisasi

h. Rekapitulasi Unsur-unsur psikoterapeutik dapat dipilih untuk masing-masing pasien dan dimodifikasi dengan berlanjutnya terapi.Ciri-ciri ini dapat diubah dengan berubahnya tujuan terapeutik, keadaan mental, dan kebutuhan pasien.

D. Perbedaan antara psikoterapi dan konseling

Pada literatur yang saya dapati, dijelaskan ( dalam Morrison & Burnard, 2002) terdapat beberapa perdebatan tentang apa perbedaan antara konseling dan psikoterapi. Psikoterapi secara spesifik diterapkan terhadap penyakit klinis atau mental karena sangat berlawanan dengan penyakit yang banya terjadi di masyarakat. Psikotetoon328rapi dilakukan oleh psikoterapis, yang merupakan seorang terapis umum atau terapis yang berkualitas Sedangkan konseling dapat dilakukan oleh semua orang, dimulai dari pemuka agama sampai dengan seorang konselor professional, konseling bersifat jauh lebih praktis, setiap hari, cenderung kea rah pemecahan-pemecahan masalah,

berdasar masalah disini dan saat ini, sedangkan psikoterapi, membangkitkan ide-ide yang berhubungan dengan psikologi Freudian yang mungkin menggunakan jenis kerangka kerja yang sangat khusus. Masih dalam literatur yang sama, didalamnya konseling dilihat sebagai sesuatu yang lebih terfokus, spesifik, dan berorientasi pada situasi, dan psikoterapi sebagai pandangan yang jauh lebih global tentang kehidupan seseorang, psikoterapi merupakan suatu eksplorasi kehidupan seseorang dengan tingkatan yang jauh lebih dalam meliputi membentuk daya tilik berdasarkan eksplorasi perkembangan awal, pengaruh orang tua dan hal-hal yang dapat muncul pada konseling.

E. Psikoterapi dalam melakukan berbagai pendekatan, terhadap mental illness.

Dijelaskan (dalam Chaplin, 2008) bahwa dalam psikoterapi, terdapat penerapan teknik khusus pada penyembuhan penyakit mental, atau pada kesulitan-kesulitan penyesuaian diri setiap hari, mencakup hanya teknik-teknik tertetu, (psikoanalisis, bimbingan direktif atau non direktif, psikodrama dan lain-lain) yang digunakan oleh para spesialis.

Lebih longgar lagi, psikoterapi dapat mencakup pula suatu pembicaraaan informal, penyembuhan lewat keyakinan agama, dan diskusi personal dengan para guru atau teman. Teknik utama yang digunakan oleh para psikoterapis mencakup interview kedalaman, pengkondisian, sugesti, dan penafsiran. Beberapa ahli juga memasukan teknik psikoterapi bermacam-macam teknik medis, seperti psychosurgery , terapi electroshock dan kemoterapi. Teknik seperti psikoanalisis, terapi berpusat atau client-centered therapy dan terapi tingkah laku telah membuktikan hasil paling sukses pada penanganan bentuk-bentuk yang lebih lunak dari penyakit-penyakit tingkah laku. F. Bentuk-bentuk utama terapi Terapi suportif, Knight (dalam Semiun 2006) yang disebut covering up atau supportive therapies, terapis berusaha memperkuat resistensi-resistensi bagi pasien-pasien yang mengalami keadaan psikotik, hanya dalam psikoanalisis terapis berusaha menemukan penyebab, tujuan, cara, dan sejarah resistensi-resistensi itu.

Bentuk utama terapi menurut wolberg

a) Supportive Therapy Terapi yang bertujuan untuk memperkuat benteng pertahanan diri, memperluas mekanisme pengarahan dan pengendalian emosi kepribadian serta mengembalikan pada penyesuaian diri yang seimbang.

b) Reeducative Therapy Terapi yang bertujuan untuk mewujudkan penyesuaian kembali, perubahan atau modifikasi sasaran atau tujuan hidup dan menghidupkan potensi kreatif.

c) Reconstructive Therapy Terapi yang bertujuan untuk menimbulkan pemahaman terhadap konflik-konflik yang tidak disadari agar terjadi perubahan struktur karakter dan mengembangkan potensi penyesuaian yang baru.

Sudah… ? Info yang anda cari sudah ditemukan? Sebagai pembaca yang baik, setidaknya anda meninggalkan jejak^^ jangan jadi silent reader ya, pastinya banyak kekurangan dalam tulisan ini, kritik dan saran akan sangat membantu saya untuk lebih baik kedepanya, sekian dari saya, semoga bermanfaat,     إلى اللقاء^^ sampai bertemu lagi…….

DAFTAR PUSTAKA

• Chaplin,J.P. (2008). Kamus lengkap psikologi (revisi ed.). Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

• Gunarsa, Singgih, D, (2003) Konseling dan Psikoterapi, Jakarta: BPK Gunung Mulia

• Maulany, R.F (1997). Buku Saku Psikiatri: Residen Bagian Psikiatri UCLA. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC

• Morrison, P., & Burnard, P. (2002). Caring & comunication edisi dua, jakarta : Buku Kedokteran EGC.

• Semiun, Yustinus. 2006. Teori Kepribadian & Terapi Psikoanalitik FREUD. Yogyakarta: Kanisius.

• Taufiq M,I,. (2007). Panduan Lengkap dan Praktis Psikologi Islam, Jakarta: Gema Insani

• Yustinus, S. (2006). Kesehatan Mental 1. Yogyakarta: Kanisius.

Iklan

Posted on Maret 15, 2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Sebersit Angan

R. Widura Abiseka.

Helmy Munandar

SEMOGA BERMANFAAT

My Activities

A topnotch WordPress.com site

As_syuhada

إذا صدق العزم وضح السبيل ^_^

%d blogger menyukai ini: